Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts

Tuesday, November 1, 2016

Jangan Menyakiti Hati Orang Tua Walaupun Hanya Dengan Berkata "Ah!"

Standard

Orang tua adalah harta benda yang amat berharga bagi kita semua, mungkin saat ini kita belum merasakan betapa berharganya mereka, tetapi nanti ketika kehilangan barulah kita merasakan betapa berharganya orang tua itu bagi kita. Tidak ada lagi yang membimbing kita, menasehati kita dengan  kasih sayang dan kesabaran yang tiada duanya. Sungguh, orang tua telah menghadirkan kita ke dunia ini dengan restu illahi, dan sudah sepatutnya kita membalas dengan cara yang baik.

Tiada yang lebih menyenangkan hati orang tua, kecuali melihat anak-anaknya hidup bahagia. Tapi jangan sekali-kali untuk melupakan tugas dan kewajiban kita berbakti kepada orang tua. Di dalam Al-Quran Surah al-Ahqof ayat 15-18. Telah diterangkan bagaimana seharusnya kita bersikap kepada kedua orang tua, dan apa ganjaran bagi orang-orang yang berbakti pada orang tua dan balasan bagi orang-orang yang melawan pada orang tuanya.

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٥ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنۡهُمۡ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُواْ وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيِّ‍َٔاتِهِمۡ فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلۡجَنَّةِۖ وَعۡدَ ٱلصِّدۡقِ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ ١٦ وَٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ أُفّٖ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي وَهُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٧ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ خَٰسِرِينَ ١٨

15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orangtua ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandungnya kemudian menyapihnya hingga tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau, yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"

16. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.
'
17. Dan orang yang berkata kepada kedua orangtua ibu bapaknya: "Ah". Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka"

18. Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

Semoga dengan sedikit pemahaman ini, kita semakin menghargai betapa berharganya kedua orang tua itu. Dan semakin mengoreksi diri terhadap kelakuan kita pada orang tua. Jangan malu untuk meminta maaf, karena bisa saja kesempatan itu hilang begitu saja.

Monday, February 22, 2016

Apa itu Akhlak? Apa itu Sopan Santun?

Standard
Akhlak & Sopan Santun
Apa namanya jika seorang murid menghormati gurunya, menyalami, kemudian mencium tangannya?

Akhlak dan sopan santun seperti kapal laut dan bayangannya yang dipantulkan oleh air. Sama, bahkan bentuk dan warnanya serupa, hanya saja, gambar yang ditampilkan terbalik dan sedikit bergelombang.

Ada perbedaan yang amat mendasar antara akhlak dan sopan santun. Akhlak merupakan sikap bawaan, perilaku yang sudah melekat ada pada dalam diri yang dibawa pada perilaku sehari-hari. Seperti asal katanya "khalaqa", ciptaan. Akhlak merupakan suatu berkat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada seseorang, sehingga akhlak itu tersimpan dalam hati, pikiran, dan perilakunya.

Sedangkan sopan santun adalah sikap yang dibuat oleh kehendak hati manusia sendiri, terlepas itu dari hati nurani ataupun keinginan semata. Sopan santun ialah perilaku terhormat dari seseorang kepada orang-orang tertentu sahaja, tidak terikat dalam setiap teindakan dalam kehidupan sehari.hari.

Lalu, pertanyaannya. Apa namanya jika seorang murid menghormati gurunya, menyalami, kemudian mencium tangannya?

Sopan Saantun.

Mengapa? Karena sopan santun itu belum bisa membuktikan akhlak. Bayangan di atas genangan air belum tentu bisa membukatikan ada benda dipermukaan air. Sopan santun itu merupakan perilaku yang dibuat untuk menghormati seseorang, bukan semua orang. Sedangkan akhlak merupakan perilaku yang terlahir memang dari bawaannya, bukan hanya kepada guru saja menghormati, tetapi kepada semua orang, siapapun itu.

Inilah batasan antara keduanya, akhlak lebih luas jika dibandingkan dengan sopan santun. Karena sopan santun hanya sebagian kecil dari akhlak.

Lalu, apakah akhlak tidak bisa dimiliki semua orang?

Tentu saja bisa.

Akhlak ialah karunia Allah Swt bagi setiap hamba yang diciptakannya, jadi semua orang mempunyai akhlaknya, hanya saja apakah orang itu mau menggunakannya atau hanya mengandalkan sopan santunnya saja.

Pelajaran singkat dari, Prof. Dr. Yunasril Ali
Ditambahkan sedikit pemahaman penulis.