Showing posts with label Matematika. Show all posts
Showing posts with label Matematika. Show all posts

Saturday, January 23, 2016

Lightsaber di Dunia Nyata?

Standard
EPOCH TIMES

Bagaimana Mewujudkan Lightsaber di Dunia Nyata?


Posted by : Gianluca Sarri 
(Dosen di Sekolah Matematika dan Fisika, Universitas Queen di Belfast, Irlandia Utara)

Ide di balik lightsaber sesungguhnya adalah jenius dan sederhana: ringan dan sangat kuat, yaitu menggunakan pedang energi tidak hanya untuk mengiris para pengikut Dark Side dalam satu pukulan, tetapi juga bertindak sebagai perisai yang efektif terhadap tembakan laser. Jadi mengapa kita tidak memiliki lightsaber yang mampu bekerja dalam kehidupan nyata? Tentunya fisikawan yang membuatnya harus cukup pintar (dan juga penggemar berat Star Wars tentunya) untuk dapat menghasilkan salah satu obyek yang luar biasa ini.

Cara yang jelas untuk membuat lightsaber ialah menggunakan laser, yang dapat dilihat sebagai sinar yang sangat terang dan cahaya yang terarah. Namun meskipun teknologi laser terus berjalan menuju perkembangan yang lebihh efisien dan praktis, hal itu masih jauh dari penggunaan lightsaber. Mari kita lihat mengapa.

Tantangan pertama adalah membuat pisau lightsaber Anda dalam ukuran yang dapat diterima, katakanlah sekitar tiga kaki atau lebih. Untuk melakukan ini, Anda harus membuat ssinar laser yang berhenti di titik tertentu. Ini tidak akan mudah karena cahaya memiliki kecenderungan alami untuk teteap bepergian jika tidak menemui hambatan / pembatas.

Salah satu solusi yaitu bisa dengan menempatkan cermin kecil di ujung pedang. Namun bisa Anda bayangkan betapa memalukan hal itu di medan perang yang sesungguhnya dengan lightsaber yang dikelilingi oleh struktur pendukung berupa cermin kecil di ujungnya? Selain menjadi benar-benar rapuh, pedang tersebut tidak akan mampu menyakiti siapapaun.

Masalah kedua adalah bahwa pedang tersebut akan membutuhkan banyak daya untuk dapat mengiris melalui bahan laser. Laser pengelasan memang telah banyak digunakan dalam industri untuk melakukan tugas memotong besi maupun baja, tetapi mereka biasanya memerlukan beberapa kilowatt daya. Catu atau daya untuk laser ini sangat besar dan tentu saja gagang kecil lightsaber. Plus Anda akan membutuhkan mekanisme pendinginan yang cukup jika Anda tidak ingin gagang menjadi super paans dan mencairkan tangan Anda.

Selain itu efek menakjubkan dari perkelahian lightsaber akan susah diwujudkan. Dua lightsaber tidak akan berbenturan satu sama lain. Mereka hanya akan melewati satu sama lain tanpa efek benturan. Terlebih lagi, laser memfokuskan cahaya dalam satu arah secara begitu tajam sehingga Anda tidak bisa melihatnya kecuali jika Anda melihat langsung ke bawah porosnya. Ini adalah alasan mengapa laser yang digunakan di klub-klub malam perlu asap atau kabut untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.

Tapi hal itu tidak lantas membuat lightsaber tidak bisa diujudkan. Tidak ada yang pernah mengatakan lightsaber harus didasarkan pada teknologi laser. Sebuah alternatif sudah ada dalam bentuk plasma. Plasma adalah gas yang secara efektif begitu panas sehingga atom dapat dipecah menjadi komponen yang lebih mendasar, yaitu elekton dan inti atom. Mereka dapat dihasilkan dengan menerapkan muatan listrik kuat dari gas (petir adalah contoh) dan mampu mempertahankan suhu panas membakar setinggi jutaan derajat celcius.

Yang paling menarik, plasma panas cenderung memancarkan warna yang berbeda tergantung dari gas apa mereka dibuat. Misalnya, lampu neon hanyalah sebuah tabung yang diisi dengan gas neon dalam keadaan plasma. Lightsaber hijau milik Ksatria Jedi bisa dibuat dari plasma klorin yang memancarkan cahaya dominan hijau, sedangkan lightsaber merah dari Penjahat Sith bisa dibuat dari helium, yang sebagian besar memancarkan spectrum warna antara merah hingga ungu. 

Bagaimana kemungkinan sebuah lightsaber berbasis plasma dalam prakteknya? Sebuah catu daya kecil nan kuat yang tersembunyi di gagang bisa melekat pada filamen yang panjang dan kecil yang membawa debit listrik dan mengumpulkan beberapa gas di sekitarnya. Ketika Anda menyalakannya, filamen akan menjadi pijar dan gas di sekitarnya akan berubah menjadi plasma, memancarkan warna di setiap arah. Panas yang dihasilkan plasma seketika akan mencairkan benda yang disentuhnya, memotong bersih seperti pedang besi.

Anda mungkin masih memiliki satu atau dua masalah dalam membuat segalanya menjadi satu dalam sebuah gagang pedang dimana Anda akan menyimpan gas yang akan terus dapat menggembungkan filamen, dan cukup kokoh untuk menahan pukulan dari lightsaber lain, namun itu adalah sebuah awal yang baik. Bagaimanapun, Kekaisaran Galactic tidak dapat dibangun dalam sehari saja.

Sunday, November 27, 2011

Matematis atau Logis?

Standard

Alkisah, diceritakan dua orang gadis yang bersahabat, meskipun mereka berdua bersahabat, tetapi mindset mereka tidaklah sama. Tika yang cara berpikirnya matematis dan Gika yang cara berpikirnya mengandalkan logika . 

Suatu hari, sepulang bimbingan belajar mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan.

Tika : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita, kira-kira sejak tiga puluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.

Gika : Itu hal yang logis. Dia ingin memperkosa kita.

Tika : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan?

Gika : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.

Tika : Itu tidak banyak membantu, gimana nih?

Gika : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.

Tika : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit.

Gika : Hanya ada satu langkah logis yang harus kita lakukan. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang ke kanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata pria tadi mengikuti langkah Gika si gadis yang menggunakan logika. Tika si gadis matematis tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gika datang.

Tika : Oh, terima kasih Tuhan. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?

Gika : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.

Tika : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?

Gika : Sesuai dengan logika, saya langsung lari sekuat tenaga dan pria itupun juga lari sekuat tenaga
mengejar saya.

Tika : Dan... dan..

Gika : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap...

Tika : Lalu, apa yang kamu lakukan?

Gika : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya.

Tika : Oh tidak,  lalu apa yang dilakukan pria tadi?

Gika : Sesuai dengan logika, dia menurunkan celananya.

Tika : Oh tidak, lalu apa yang terjadi kemudian?

Gika : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya. So akhirnya aku bisa lolos dari pria itu.