Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Thursday, January 12, 2017

Adab : "Mahkota Dari Nur Allah"

Standard


Adab dapat menjadikan seseorang memiliki sikap atau tata krama dan pedidikan yang baik. Adab juga merupakan sebuah kemampuan yang dapat menjaga seseorang dari segala sesuatu yang dapat membuatnya merasa malu dan kehilangan harga diri.

Sariyyi As-Sakati RH telah menjelaskan, ‘’Pada suatu malam ketika aku telah melaksanakan shalat, aku memanjangkan kakiku ke arah mihrab. Kemudian aku mendengar suara, “Apakah berani kau melakukan hal ini ketika berada di hadapan para sultan?’’ “Demi keagungan dan kebesaran Allah SWT, aku tidak pernah melakukannya.’’ Jawabku.

Setelah kejadian itu, As-Sakati RH tidak pernah memanjangkan lagi kakinya, baik malam atau pun siang.

Sayidina Umar RA berkata, “Jadilah seseorang yang memiliki adab baik, setelah itu barulah pelajari ilmu!”

Abdullah Ibnu Mubarak RH berkata, “Apabila dikatakan kepadaku adanya seseorang yang memiliki pengetahuan tentang segala sesuatu yang telah berlalu dan pengetahuan tentang sesuatu yang akan datang, aku tidak akan bersedih ketika tidak dapat berjumpa dengannya. Namun, ketika aku mendengar tentang seseorang yang memiliki adab yang baik, aku berharap dapat berjumpa dengannya. Aku akan bersedih kalau aku tidak dapat berjumpa dengannya.”

“Keunggulan seseorang bukan ditentukan dengan asal keturunan dan keningratannya, tetapi keunggulan seseorang ditentukan oleh akal dan adabnya. Karena biasanya seseorang yang tidak memiliki adab yang baik, keturunannya pun tidak baik. Orang yang akalnya tersesat asalnya pun akan hilang.”

“Sebagaimana api akan membesar dengan kayu bakar, hati seseorang pun akan menjadi kuat dengan dibersihkan oleh adabnya. Ahlak yang baik akan menutupi aib keturunannya.”

“Ilmu hanya dapat dipahami dengan adab, amal perbuatan hanya bisa diterima dengan ilmu, keridhaan Allah SWT akan diperoleh dengan amal.

Wednesday, January 4, 2017

Burung Merpati

Standard

Seorang raja Dabsalim berkata kepada seorang filsuf bernama Baidaba: "aku mendengar kisah sepasang kekasih yang terputus hubungan di antara keduanya karena seorang yang berbohong. Bagaimana pembohong memutuskan mereka berdua? Ceritakanlah jika kau melihat seorang yang memulai berhubungan baik diantara keduanya."

Filsuf menjawab: "seorang yang bijaksana tidak akan mengkhianati saudaranya, saling menolong dalam hal kebaikan, dan menjadi pelipur lara ketika tertimpa musibah.

Perumpamaannya sama seperti kisah burung merpati, tikus, kijang, dan burung gagak.

Raja bertanya, "bagaimanakah kisah itu?"

Baidaba berkata, "alkisah ada sebuah desa bernama Sakawandajin di Kota Dahar yang banyak didatangi pemburu untuk berburu. Di tempat itu banyak terdapat pohon yang rindang. Di dalamnya banyak sarang burung gagak."

Suatu hari burung gagak hinggap ke sarangnya, ia melihat ada seorang pemburu yang buruk rupa. Pemburu dengan jaring di lehernya dan sebilah kayu dari ranting pohon di tangannya. Dengan alat itu membuat burung-burung menjadi takut.

Burung gagak berkata: "telah mengutus laki-laki ke tempat ini. Kebaikan atau kebinasaan. Menunjukkan lokasi kita hingga aku melihat apa yang akan ia lakukan."

Kemudian Si pemburu menaikkan jaringnya dan merentangkan di atas pohon itu, lalu ia bersembunyi dekat dari situ. Ia berdiam sejenak hingga banyak burung gagak yang lewat bersama gerombolannya dan tidak melihat jaring itu. Lalu mereka terjatuh dalam perangkap tersebut. Semuanya tergantung di jaring. Lalu pemburu mendatanginya dengan senang dan gembira. Burung-burung kicau memberontak dan berterbangan di atas perangkap itu, dan memohon agar menyelamatkan dirinya.

Burung merpati berkata: "jangan siksa kami, jangan kau lukai kami, jangan kau jadikan kami lebih penting dari diri temannya, Mari kita saling menolong lalu kita terbang seperti satu burung, lalu kita lolos satu persatu."

Lalu pemburu itu mengumpulkan kami dalam satu keranjang. Kemudian ia memindahkan burung-burung dari jaring dengan bekerja sama dengannya di udara. Pemburu tidak menolongnya, ia minta dari para burung, ia berpikir bahwa para burung tidak memotong dekat kakinya, lalu terjatuh.

Burung gagak berkata: "untuk mengikuti dan melihat untuk kita hancurkan burung-burung dara maka pemburu akan melihat dan mengikuti mereka."

Burung merpati berkata: "pemburu tidak akan mengikuti permintaan kalian. Sungguh kita telah mengambil ruang terbuka, tidak menjadi ringan pekerjaan kita dan kita tidak akan hidup"

Tugas Penerjemahan Kisah "Burung Merpati"
By : Murojab Nugraha (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Semester Akhir)

Monday, January 2, 2017

Surat Rasulullah Saw Kepada Raja Mukaukis

Standard

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةٗ لِّلنَّاسِ بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٨٢


"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui"
(Q.S Saba' : 28)

Pada bulan Muharram di tahun ke-7 Hijriyah, Rasulullah Saw mnegirimkan surat bersama enam utusan kepada setiap penguasa dengan maksud mengajak mereka kepada agama Islam. Beliau mengutus Khatib bin Abi Balta'ah Ra kepada Mukaukis, seorang penguasa Iskandariah dan pembesar Kibti. Di dalam surat yang sudah distempel dengan stempel yang bertuliskan "Muhammadun Rasulullah".

Rasulullah Saw bersabda, "Bismillahirrahmanirrahim", dari hamba Allah dan utusan-Nya Muhammad kepada pembesar Kibti Mukaukis, keselamatan atas orang-orang yang megikuti petunjuk dan yang berpegang teguh kepada jalan yang benar. Sekarang, dengan seruan agama Islam aku mengajakmu kepada keislaman. Jadilah seorang Muslim, carilah keselamatan! Semoga Allah Swt memberikanmu pahala dan keuntungan dua kali lipat. Apabila kamu tidak menerima ajakanku ini, semoga dosa orang-orang Kibti akan terlimpah atasmu!" 

 قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ كَلِمَةٖ سَوَآءِۢ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَلَّا نَعۡبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشۡرِكَ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗا وَلَا يَتَّخِذَ بَعۡضُنَا بَعۡضًا أَرۡبَابٗا مِّن دُونِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُولُواْ ٱشۡهَدُواْ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ ؟ 

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (Q.S Ali Imran : 64)

Setelah membacakan surat ini, Khatib Ra berkata seraya memberikan nasihat kepada Mukaukis, "Sebelum kamu, di sini ada seorang manusia (Fir'aun), dia mengakui bahwa dirinya Tuhan yang paling tinggi. Allah Yang Mahabesar memberikan pembalasan dan menghukumnya dengan siksaan dunia dan memberikan azab kepadanya di akhirat. Kau ambillah pelajaran dari yang lain, jangan menjadi pelajaran bagi yang lain!"

Ketika Mukaukis berkata, "Kami memiliki sebuah agama! Kami tidak mau meninggalkan agama ini selama tidak ada agama yang lebih baik darinya!" Sayyidina Khatib Ra pun menimpalinya, "Tidak diragukan lagi, agama yang lebih baik dari agamamu adalah agama Islam! Aku bersumpah demi hidupku, sebagaimana Musa As memberi kabar gembira tentang kedatangan Isa As, Isa As juga memberi kabar gembira tentang kedatangan Muhammad Saw. Ajakan kami kepada Al-Qur'an sama seperti ajakanmu kepada prngikut Taurat dan Injil. Orang-orang yang diutus kepadanya seorang nabi, karenanya mereka menjadi umat nabi tersebut dan diperintahkan untuk taat dan berman kepadanya. Sementara kamu termasuk dari orang-orang yang sampai kepada Nabi ini (Muhammad Saw)! Dengan kami mengajakmu kepada agama Islam, kami mengusulkan kepadamu melaksanakan ajakan Nabi Isa As."

Mukaukis melayani utusan Rasulullah Saw. Dia memberikan hadiah berupa dua hamba sahaya, pakaian-pakaian dan juga seekor bagal kepada Rasulullah Saw, tetapi karena Allah Swt tidak memberikan hidayah padanya, dia tidak menjadi seorang Muslim.

... وَإِن تُطِيعُوهُ تَهۡتَدُواْۚ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ٤٥

.... jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang" 
(Q.S An-Nur : 54)

Sunday, December 11, 2016

Dongeng Ibunda : Si Pencuri Apel

Standard

Ada sebuah dongeng yang pernah ibunda ceritakan padaku, dan salah satu dari beberapa dongeng yang masih kuingat sampai sekarang. Masih kuingat jelas kata demi kata yang meluncur saat ibunda menceritakannya pertama kali sewaktu kecil dahulu.

Pada abad pertama hijriah, hiduplah seorang pemuda yang mengabdikan dirinya untuk menuntut ilmu syar’i, namun ia sangatlah miskin. Suatu hari, ketika ia merasa sangat lapar dan tidak mendapatkan sesuatu apapun yang bisa dimakan. Ia berusaha mencari makanan di luar rumahnya. Berjalan menelusuri sungai berharap menemukan sesuatu yang dapat dimakan. Tak lama kemudian, ia melihat sebuah apel yang hanyut terbawa arus sungai. Seketika itulah ia mengambil apel tersebut dan memakannya, setelah melakukan gigitan pertama dia teringat,

“Bagaimana aku bisa memakan buah apel itu padahal itu adalah harta seorang muslim, dan aku belum meminta izin kepadanya?" 

Kemudian ditemani dengan rasa bersalah itu, ia mencari tahu siapa sebenarnya pemilik apel ini dengan menelusuri sungai tersebut. Hingga sampailah ia pada suatu rumah yang memiliki kebun apel, yang salah satu pohonnya menjulur ke permukaan sungai. Akhirnya, pemuda tersebut pergi mencari pemilik kebun itu sampai didapatkkannya. Lalu, ia berkata kepada pemilik kebun,

“Wahai paman, aku menemukan salah satu apel dari kebunmu yang hanyut terbawa oleh arus sungai, dan aku telah memakan apel tersebut. Sekarang aku datang kepadamu untuk meminta izin kepadamu untuk menghalalkan apel ini.”

Pemilik kebun berkata, “Demi Allah, Aku tidak memaafkanmu dan aku tidak menghalalkan apel yang telah engkau makan itu. Bahkan, aku akan menggugatmu kelak pada hari kiamat di sisi Allah.”

Mendengar itu, pemuda itu langsung menangis dan memohon kepadanya supaya memperkenankannya, sambil berkata,

”Saya siap untuk bekerja apa saja dengan syarat agar paman memaafkanku dan menghalalkan apel itu untukku.”

Pemuda itu terus memohon kepada si pemilik kebun, sedangkan pemilik kebun justru semakin bersikukuh, lalu pergi meninggalkannya. Namun, pemuda itu membuntutinya dan tetap memohon maaf kepadanya hingga ia masuk rumah. Pemuda itu menunggu di sisi pintu, memantinya keluar untuk shalat Ashar. Ketika si pemilik kebun keluar rumah untuk suatu urusan, pemuda itu ternyata masih tetap berdiri dengan air mata yang membasahi jenggotnya. Pemuda itu berkata lagi,

“Wahai pamanku, sungguh aku siap untuk bekerja sebagai petani di kebun ini tanpa diberi upah sepanjang umurku atau apa saja yang kamu inginkan, tetapi dengan syarat Anda memaafkanku."

Pada saat itu, pemilik kebun berpikir sejenak, kemudian berkata, "Baiklah, kalau begitu. Engkau akan bekerja disini selama 8 tahun sebagai ganti rugi atas apel yang telah engkau makan".

Selama 8 tahun lamanya, pemuda itu bekerja dengan sangat giat, melakukan semua perintah yang diberikan kepadanya. Kebun apel itu semakin subur, buahnya semakin merah, dan rasanya semakin manis. Si pemilik kebun pun senang dengan apa yang telah dikerjakan olehnya. Kemudian si pemilik kebun memanggil pemuda tersebut, sesuai janji yang dahulu ia ucapkan.

“Anakku, aku siap untuk memaafkanmu sekarang, tetapi dengan satu syarat.”

Mendengar itu, si pemuda langsung gembira adn wajahnya berseri bahagia. Dia berkata, ”Berikanlah syarat sesukamu wahai pamanku.”

Si pemilik kebun berkata, ”Syaratku adalah supaya Kamu menikahi putriku.”

Pemuda itu terperanjat bukan kepalang mendengar jawaban itu. Dia sama sekali tidak pernah menyangka mendapat syarat ini. Namun, si pemilik kebun melanjutkan perkataannya,

"Akan tetapi, wahai anakku, ketahuilah bahwa putriku buta, tuli, bisu, dan juga lumpuh, tidak pernah berjalan sejak lama. Aku telah mencarikannya seorang suami yang dapat kupercaya untuk melindungi dan mendampinginya dengan segenap kriteria-kriteria yang disebutkannya. Apabila Kamu menyetujuinya, aku akan memaafkanmu.”

Pemuda itu kembali terperanjat bukan kepalang. Dia mulai berpikir bagaimana ia akan hidup dengan ketidaksempurnaan seperti ini, terlebih dia masih berusia belia? Bagaimana istrinya nanti akan melaksanakan urusan-urusannya, menjaga rumah dan memerhatikannya, sedangkan ia memiliki kekurangan-kekurangan tersebut? Dia mulai memperhitungkan dan berkata,

“Aku akan bersabar atasnya di dunia agar aku selamat dari petaka apel tersebut.”

Kemudian, ia berkata kepada pemilik kebun, “Wahai paman, aku telah menerima putrimu. Aku memohon kepada Allah semoga Dia memberiku pahala atas niatku dan memberiku ganti yang lebih baik dari yang kuterima.”

Pemilik kebun berkata, “Baiklah anakku, waktumu hari Kamis depan di rumahku untuk pesta pernikahanmu. Aku yang menanggung maharmu.” Hari kamis pun tiba. Pemuda datang dengan langkah berat, batin sedih, dan hati hancur, tidak seperti layaknya calon pengantin yang pergi menuju hari pernikahannya. Ketika ia mengetuk pintu, bapak sang wanita membukakannya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Setelah berbicang-bincang, ia berkata kepadanya,

“Anakku, silahkan masuk kepada istrimu. “Semoga Allah memberkahimu dalam kebahagiaan dan kesusahanmu, dan mengumpulkan kalian berdua di atas kebaikan.”

Lalu, ia memegang tangan si pemuda dan membawanya ke kamar putrinya. Ketika si pemuda membuka pintu dan melihat istrinya, ternyata ia justru mendapati seorang gadis putih yang sangat cantik, dengan rambut terurai seperti sutra di atas pundaknya. Istrinya itu langsung bangkit, ternyata ia berperawakan tegak. Kemudian, ia berjalan ke arah suaminya dan memberinya salam, “Assalamu’alaikum suamiku...” Si pemuda tetap berdiri di tempatnya sambil memerhatikan gadis yang baru ditemuinya itu. Ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Namun, gadis itu memahami apa yang berputar di benak suaminya. Ia menghampirinya, menjabat tangannya, dan mencium tangannya, lalu berkata,

“Sesungguhnya aku adalah buta dari melihat yang haram, bisu dan tuli dari mendengar hal yang haram, dan kedua kakiku tidak pernah melangkah kepada hal yang haram. Aku adalah anak semata wayang bapakku. Sejak beberapa tahun lalu, bapakku mencarikanku suami yang shalih. Maka, ketika Kamu datang meminta izin kepadanya karena satu buah apel dan kamu menangis karenanya, bapakku mengatakan bahwa barangsiapa takut memakan satu buah apel yang tidak halal baginya, pasti dia akan lebih takut kepada Allah dalam menjaga putriku, katanya, "Alangkah bahagianya aku yang telah mendapatkanmu sebagai suami, dan alangkah bahagianya ayahku dengan nasabmu”.

... وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ ... ٣

“2. ...Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar. 3. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka...” (Q. S Ath-Thalaq: 2-3)

Kemudian, setelah setahun berlalu, sang istri dikaruniani seorang anak hasil hasil benih yang ditanam pemuda yang termasuk orang-orang langka umat ini. Tahukah Anda siapakah anak kecil itu? Anak kecil itu adalah Abu Hanifah An-Numan bin Tsabit, ahli fiqh mazhab Islam yang mahsyur. Ulama besar yang keilmuannya terpandang di kalangan para bangsawan.

Dan kita bisa mengambil pelajaran bahwa benarlah apa yang dikatakan Syaikh Musthafa Al-'Adawi hafizhohullah (dalam Fiqh Tarbiyatul Abna') bahwa, 

"Kebaikan dan amal shalih kedua orang tua, memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan seorang anak, dan bermanfaat bagi mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Demikian pula amal buruk dan dosa-dosa besar yang dilakukan oleh kedua orang tua, memiliki dampak negatif terhadap pendidikan anak."

Sunday, November 20, 2016

Paragraph Narration : The Bad Experience on First School Day

Standard

I won’t forget my first experienced in high school. It was such an embarassing yet funny day. That day was my first day went to my school. It was Sunday morning. I was ready to have a journey to my new school. 

At that times my islamic high school repaired, that maked all of the new students confused and asked “How could we parked our vehicle if there were parking area?”. So i asked the security “Morning sir, where i can parking my vehicle?” and he replied “Morning, sorry the school still repairing. Please parking your vehicle in back of the school”.

After got the answer, i and the others went to the parking area. I rode my motorcycle to arounded the school. But unfornutely, at the intersection there traffic police and they stopped me and three of the students, just that. The others passed with carefully. “Why?”

“Were you know what were yours problem?” Snapped the police. “Sorry sir, i dont know” replied the student who name Raka. I think... what was our problem? We’re 15 years old due if we didn’t have driver license. We’re brought helmet too. And our motor was completed. Why?. 

“Idiot! How can all of you riding the motorcycle but you don’t use the helmet!” His yelled. That wasn’t in my mind, we just brought the helmet but we didn’t use it. So idiot.

Finally, we advised for long time and we paid to maked peace with the law. Because of that, we late to joined the ceremonial of new student. So embarassing.

Sunday, October 30, 2016

Kisah Si Anak Batu "Ibnu Hajar al-Asqalani"

Standard

Nama aslinya adalah Al-Haafidh Shihabuddin Abu'l-Fadl Ahmad ibn Ali ibn Muhammad, ia adalah seorang anak yatim, yang ditinggal mati oleh ayahnya. Karena kematian ayahnya tersebut ia merasa terkucil dan tertekan, karena itu ibunya menginginkan agar anaknya itu untuk berangkat ke madrasah untuk belajar, daripada tinggal di rumah karena kesedihannya itu. Ibunya berharap agar madrasah bisa melupakan kesedihannya itu.

Di madrasah tak ada perubahan yang berarti dalam hidupnya, justru hal ini membuatnya semakin tertekan dan frustasi ditambah lagi ia tidak dapat memahami pelajaran-pelajaran di madrasah karena masalahnya itu, sehingga teman-temannya mengolok-oloknya karena kebodohannya dalam memahami pelajaran. 

Suatu hari, ia sudah tidak tahan lagi dengan pelajaran dan olokan tersebut, ia memutuskan kabur dari madrasah tersebut. Kemudian, sampailah ia ke sebuah hutan, dia menelusuri hutan tersebut, dan memikirkan apa yang salah dengan dirinya. Hingga pada waktu itu hujan turun, ia memutuskan untuk berteduh, dia menemukan sebuah gua di dalam hutan tersebut dan berteduh disana.

Di dalam gua, dia merenung dan berpikir tentang dirinya, hingga pikirannya terganggu oleh suara tetesan air, kemudian dia berpaling menuju arah suara air tersebut dan terfokus kepada sebuah batu yang besar. Ternyata batu besar itu ditetesi oleh air itu. Dia melihat batu itu berlubang karena tetesan air itu. Bagaimana mungkin batu sebesar itu bisa tertembus hanya dengan tetesan-tetesan air?

Setelah berpikir lama, dan dia mendapatkan pencerahan jawaban atas dirinya. "Batu yang keras dan sebesar itu saja bisa bolong dengan tetesan air yang sedikit dan lembut itu, apalagi kepala saya yang tidak menyerupai kerasnya batu itu. Jadi kepala saya pasti bisa menyerap segala pelajaran jika dibarengi dengan ketekunan, rajin dan sabar." Saat itu juga dia memutuskan kembali ke madrasah untuk belajar.

Semenjak hal itulah, ia menjadi orang yang sangat dihormati kecerdasannya oleh teman-temannya, dan menjadi seorang ulama besar pasa masa itu. Peristiwa itulah yang menjadi cikal bakal sebutan "Ibnu Hajar" yang berarti "Anak Batu".

Ibnu Hajar termasuk ulama yang sangat produktif. Karya-karyanya tidak kurang dari 100 kitab dari berbagai masalah agama. Bahkan menurut muridnya, karya beliau mencapai 270 kitab. Yang terkenal adalah Fathul Bari, yang merupakan syarah kitab Shahih Bukhari dengan ketebalan sekitar 6000 halaman. Karya lainnya yang terkenal diantaranya; al-Ishabah fi Tamyuzis Shahabah yang berisi biografi para sahabat nabi Muhammad saw, Tahdzibut Tahdzib dan Lisanul Mizan, yang berisi biografi para Rijalul Hadits, Bulughul Maram yang berisi hadits-hadits hukum, Athrafus Shahihain, Nukhbatul Fikar fi Musthalah Ahlul Bukhari, dan lain-lain.

Monday, October 24, 2016

Menjadi Muslim Yang Sejati

Standard


Ada sebuah ucapan atau ungkapan yang sering kita dengar, tajri riahi bima la tastahi soufon, terkadang angin bertiup tidak sesuai dengan keinginan nelayan. Tapi bagaimana seorang muslim menghadapi hal itu, ketahuilah bahwa semua takdir Allah Swt pasti, baik buat kita, karena Allah Swt, tidak bertindak, melainkan tindakannya berdasarkan ilmu dan hikmah. Apapun yang menimpa kita, apapun yang terjadi dengan keluarga kita, dan anak-anak kita, dengan usaha kita, katakan, qodrullah wama syafaat.

Seorang muslim mengatakan itu takdir Allah Swt, dan Allah bertindak dengan apa yang ia dikehendaki, dia fa'alu lima yurid, dan dalam semua kondisi, seorang muslim harus berada diantara dua hal. Nikmat yang Allah berikan dia syukuri, dan musibah yang datang kepada dia, dan musibah yang datang kepada dia, dia bersabar, dan itulah kunci kebahagiaan seorang hamba ketika hidup di muka bumi ini.

By: Suparman (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Semester 3)

Thursday, August 25, 2016

Musa : "Ya. Rabb. Siapakah Orang yang Paling Banyak Dosanya?"

Standard

Nabi Musa a.s merupakan salah seorang Nabi yang dikenal dapat bercakap-cakap dengan Allah Swt., ia dikenal sebagai Kalemallah.

Suatu ketika, Nabi Musa naik ke sebuah bukit untuk menanyakan akan suatu hal. "Ya Rabbi, siapakah orang yang paling banyak dosanya?"

Kemudian Allah menjawab, "Nanti ketika kau turun dari bukit ini kau akan menjumpai seseorang yang bersama anaknya, dialah orang tersebut"

Keesokan harinya, Nabi Musa kembali berangkat menuju bukit untuk menanyakan suatu hal, "Ya Rabbi, siapakah orang yang tak memiliki dosa hingga hari ini?"

Kemudian Allah menjawab, "Ya Musa, akau akan menjumpai orang tersebut ketika turun dari bukit ini"

Ketika turun dari bukit tersebut ia terkejut, bahwa dia menjumpai orang yang sama seperti kemarin. Dia bingung, bagaimana mungkin orang yang paling banyak dosanya kemarin bisa menjadi orang yang tak berdosa hari ini? Kemudian dia pun kembali ke bukit untuk menanyakan hal itu.

"Ya, Allah bagaimana mungkin orang yang paling banyak dosanya kemarin bisa menjadi orang yang tidak memiliki dosa hari ini?"

Kemudian Allah menjawab, "Setelah pertemuanmu dengannya kemarin, ia dan anaknya pergi ke sebuah tepian laut. Kemudian anak kecil itu bertanya, "Ayahku, apakah ada yang lebih banyak daripada pasir-pasir disini?" Kemudian ayahnya menjawab, "Ada anakku, yaitu air di lautan." Kemudian anak itu bertanya kembali, "Lalu apakah ada yang lebih banyak daripada air di lautan ini ayahku?" "Ada anakku, yaitu dosa-dosaku." Kemudian anak kecil itu pun bertanya lagi, "apakah ada yang lebih banyak di dunia ini dibanding dosa-dosamu duhai ayahku." Kemudian ayahnya pun menjawab, "Tentu saja anakku, yaitu rahmat Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Maka dari cerita itu, Nabi Musa mengetahui bahwa, sebanyak apapun dosa yang telah dilakukan, tetap saja rahmat Allah lebih banyak. Dan apabila seseorang telah menyadari kesalahan-kesalahannya yang lampau, maka rahmat Allah niscaya akan menghapus semua kesalahannya tersebut.

Allahu A'lam bishawab...

Wednesday, February 24, 2016

Tiga Ekor Ikan

Standard
Tiga Ekor Ikan
Konon hiduplah tiga ekor ikan dalam sebuah kolam. Mereka adalah: seekor ikan pandai, setengah pandai, dan seekor ikan bodoh. Kehidupan mereka berjalan apa adanya seperti layaknya kehidupan ikan di mana saja sampai akhirnya muncullah seorang laki-laki.

Ia membawa sebuah jaring, dan si ikan pandai melihat kehadiran laki-laki itu melalui air. Dari pengalamannya, cerita-cerita yang pernah di dengarnya dan karena kecerdikannya, ia memutuskan untuk bertindak. 

"Kolam ini tidak memiliki banyak tempat untuk berlindung," pikirnya. "Karenanya, aku harus pura-pura mati."

Si ikan pandai itu pun mengerahkan seluruh tenanganya dan melompat ke luar, mendarat tepat di bawah kaki sang nelayan, yang tampak sedikit terkejut. Tetapi ketika si ikan pandai itu menahan napasnya, sang nelayan menganggapnya telah mati; dan melemparkannya ke kolam kembali. Ikan ini segera menyusup ke dalam liang kecil di tepi kolam.

Tiba giliran ikan kedua, yang setengah pandai, tidak begitu memahami apa yang telah terjadi, Jadi ia berenang menuju si ikan pandai dan bertanya kepadanya tentang hal itu. "Mudah saja," jawab si ikan pandai, "aku pura-pura mati, sehingga ia melemparkanku kembali."

Begitulah, ikan setengah pandai itu segera melompat dari air, tepat di kaki si  nelayan."Aneh," pikir si nelayan, "mereka melompat dari segala tempat." Dan, karena si ikan ini lupa menahan napas, si nelayan menyadari bahwa ia masih hidup dan memasukkannya ke dalam keranjang.

Nelayan itu kembali melihat-lihat ke air, dan karena agak bingung oleh ulah ikan-ikan yang berlompatan ke tanah kering di depannya, ia tidak menutup keranjangnya. Dan si ikan setengah pandai, ketika menyadari situasi ini, mampu melepaskan diri dan keluar, meringsek menuju ke air. Ia mencari ikan pertama dan bersembunyi di sampingnya.

Sekarang ikan ketiga, si ikan bodoh, sama sekali tidak memahami semua ini, sekalipun sudah mendengarkan cerita dari ikan pertama dan kedua. Jadi mereka berdua menegaskan setiap hal kepada si ikan bodoh, menekankan pentingnya untuk tidak bernapas, sebagai upaya untuk berpura-pura mati.

"Terima kasih banyak, sekarang aku mengerti," kata si ikan bodoh. Bersamaan dengan kata-kata ini, ia mengangkat tubuhnya keluar dari air dan mendarat di samping nelayan.

Dan sang nelayan, karena telah kehilangan dua ekor ikan, maka ia memasukkan ikan ketiga ini ke dalam keranjang tanpa berpikir apakah ikan itu bernapas atau tidak. Ia terus melemparkan jala ke dalam kolam berulang-ulang, tetapi dua ikan yang berhasil lolos tersebut tetap bersembunyi ketakutan di tempat persembunyian mereka. Dan keranjang nelayan itu sekarang benar-benar tertutup.

Akhirnya, nelayan itu mneyerah. Ia membuka keranjang, menyadari bahwa ikan bodoh itu tidak bernapas, dan membawanya pulang untuk diberikan kepada kucingnya.

Tuesday, February 2, 2016

Rayap dan Segala Ceritanya

Standard

Rayap adalah serangga kecil mungil, bertubuh lunak yang di kenal sebagai hama bagi kehidupan manusia. Rayap juga masih kerabat dekat dengan semut sehingga rayap disebut juga semut putih. Tapi, rayap lebih lunak tubuhnya dan lebih lebar pinggangnya. Seperti semut, rayap juga hidup dalam sebuah koloni yang di pimpin oleh ratu dan raja rayap. Rayap dilahirkan buta, tuli, dan bisu namun rayap bisa membangun sarang yang sangat besar dan tinggi hingga 9 meter. 

Kekuatan rayap sungguh luar biasa, sebuah bangunan besar bisa saja hancur oleh binatang kecil ini. Bukan itu saja kekuatannya. Selain memiliki kekuatan merusak, rayap pun memiliki kekuatan membangun. Rayap memiliki kekuatan membangun sarangnya lengkap dengan sistem air conditioning-nya plus tata ruang yang apik dengan ketinggian sampai 9 meter. Ini adalah suatu pencapaian luar biasa sebab tubuh rayap sendiri hanya memiliki tinggi sekitar 3 milimeter saja. Artinya, rayap mampu membangun tempat tinggalnya hingga 3.000 kali tinggi badannya.

Rayap membangun sarangnya dari lumpur dan dibentuk berupa gundukan tanah yang tinggi dan besar dengan banyak ruangan di dalamnya. Di dalam sarang, rayap membangun kebun jamur sebagai sumber makanan. Sarangnya juga di lengkapi dengan cerobong khusus yang berfungsi sebagai ruang penyejuk udara. Ratu dan raja rayap berukuran sangat besar. Tetapi, ratu rayap lebih besar dengan panjang 11 cm, sementara raja rayap panjangnya hanya 2 cm. Sedangkan rayap prajurit yang bertugas untuk menjaga ratu hanya 1 cm panjangnya.

Meski tubuhnya kecil, koloni rayap bisa menghancurkan gedung. Rayap hidup berkoloni dengan jumlah anggota bisa sampai 10 juta rayap. Rayap harus hidup berkelompok karena jika berpisah ia tidak bisa bertahan hidup atau bisa di bilang mati. Rayap paling suka menggerogoti kayu sampai keropos dan hanya menyisakan kulit kayunya saja. Ratu rayap dalam sehari bisa menghasilkan 30 ribu telur.

Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari para rayap ini. Mereka bekerja sama dalam membangun sarangnya. Tubuh kecil dan lemah hanya bisa diatasi dengan cara bekerja sama. Bekerja sama membuat mereka memiliki kekuatan yang dahsyat baik dalam menghancurkan maupun membangun.

Tuesday, January 26, 2016

Selamat Ulang Tahun Ke-25

Standard
MAN NEGARA
Derap langkah menuju cita
Beriring santun teguh dalam satu jiwa
Madrasah Aliyah Negeri Negara
Generasi berakhlak mulia
Iman, Ilmu, dan agama
 
Terpadu dalam satu cita
Mengukir prestasi dengan semangat yang tinggi
Tunjukkan jiwa yang qur'ani
 
Tebarkan, kibarkan panji pendidikan
Mengabdi untuk memajukan bangsa
Majulah Man Negara, bangkitlah Man Negara
Jayalah jayalah selamanya

Selalu terngiang dengungan Mars MAN Negara dimanapun ia berada. 

Tak terasa sudah seperempat abad lamanya MAN Negara tercinta berkiprah dalam bidang pendidikan untuk membentuk insan-insan yang cerdas dan islami, tak sedikit pula torehan yang telah diukir oleh MAN Negara. Baik itu di tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional, dan Internasional.

Senang rasanya sempat menikmati masa-masa itu. Tiga tahun lamanya menimba ilmu disana memberikan banyak kenangan yang masih terbawa hingga saat ini. Tiga tahun yang diberikan telah menggenapkan masa studi dua belas tahun dan "InsyaAllah" akan terus berlanjut hingga akhir hayat.

Tahun pertama dilalui dengan harapan tinggi dalam menuntut ilmu, dan dikabulkan dengan ditempatkannya kami pada kelas nomor satu waktu itu, "Alhamdulillah" sepuluh satu (X1). Disini pertama kali kami memulai proses belajar mengajar. Canggung, berkenalan satu sama lain. Maklum, abg yang baru saja lulus sekolah menengah pertama. Memulai perkenalan tidaklah mudah, apalagi pada lawan jenis, malu. Maka, lebih baik teman laki-laki saja, agar mudah akrab. Seandainya, ada teman perempuan yang mau berkenalan, sedikit terlihat angkuh/sombong cukuplah, agar tidak nervous. Wajar, jika akhirnya banyak yang berburuk sangka awalnya. Apa boleh buat, salah langkah. Gagal dalam hal perkenalan formal, sedikit unjuk kebolehan agar lebih dikenal. Catur dan Matematika solusinya. 

Tahun kedua sedikit mengejutkan, selayaknynya seorang siswa, menjadi yang terbaik adalah hal yang paling diimpikan. Perollingan kelas tak sesuai harapan, sebelas ipa tiga (XI IPA3). Meskipun tak ada yang bilang ini bukan kelas unggulan, tapi mau dikata apa persepsi selalu memberi dampak yang besar bagi rasio. Kita terima saja. Belum sempat untuk mengenal teman-teman baru ini, sontak kabar baru terdengar."Perpidahan siswa karena ketidakseimbangan struktur kelas". Mencoba menyimak percakapan antar wali kelas itu, terbisik sebuah nama, itu kami. Bukan main senangnya waktu itu, diberi kesempatan untuk pindah menuju kelas IPA 1 yang semua anggapan orang, inilah kelas unggulan. Banyak teman-teman yang ditinggal merajuk ingin juga. Di IPA 1 inilah pertama kali proses pembelajaran pada tahun kedua dimulai. Sekaligus, memulai pertemanan dengan teman-teman baru. Rasa canggung mulai sedikit ditekan, dan mencoba steril dengan siapa saja, dan masih mencoba lebih dikenal dengan lomba-lomba. Catur, Matematika, Karya Ilmiah, Teater, Komputer dan lainnya.

Tahun Ketiga tidak jauh berbeda dengan tahun kedua, dengan struktur kelas yang sama, hanya pergantian wali kelas sahaja. Tahun ini banyak kripik kritik pedas yang kami terima, julukan kelas unggulan luntur dibasuh pemutih. Hilang tak berbekas. Bukan main semua kritikannya, seperti dihujam ratusan ribuan belati yang menikam dada tembus ke jantung hati yang terdalam. Sedih kadang melihat teman-teman yang sudah berusaha keras untuk menuruti permintaan. Karena itu kami sedikit berupaya untuk membantu dengan metode belajar bersama, paling tidak ini membantu. Disinilah hal paling berharga didapat. Ternyata, ada metode perkenalan yang lebih baik daripada ingin lebih dikenal seperti sebelum-sebelumnya. Yaitu, "saling membantu". Metode inilah yang masih dipegang sampai saat ini. Dibalik semua kritikan itu, ternyata ada nilai sebagai pembandingnya. Nilai adalah pembanding factual, yang sah. Tapi, bukan semata-mata karena sebuah atau dua buah angka kita harus berbuat curang.

"Proses belajar bukanlah hanya terdapat pada sebuah nilai, tapi bagaimana bisa memahami pelajaran itu setelah engkau belajar". 

Sebagai penutup,
Semua torehan yang telah diukirkan selama ini pantas dibanggakan oleh semua keluarga MAN Negara, dan semua kebanggaan ini pantas dirayakan oleh seluruh keluarga MAN Negara.

Majulah MAN Negara, Jayalah MAN Negara. Jayalah, Jayalah Selamanya

Untuk MAN NEGARA yang:
#Bersih
#Jujur
#Cerdas
#Islami

Sunday, January 24, 2016

Kisah Tentang Laron

Standard
Dongeng Laron
Laron yang dikenal sebagai semut putih atau white ants ini, akan keluar secara bergerombol dari dalam tanah pada saat udara terasa lembab. Sebelum menjadi laron, mereka adalah rayap yang bersarang dan memakan kayu beserta perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu. Habitat sesungguhnya dari binatang ini adalah pohon-pohon dan paling banyak di dalam tanah. 

Dalam koloni, rayap memang tidak memiliki sayap. Namun demikian, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang ataupun pagi hari dan beterbangan mendekati cahaya. Di pagi hari, mereka tidak terlalu menganggu manusia karena hanya terbang berputar putar saja. Tapi di malam hari, mereka akan terbang menuju ke cahaya lampu di dalam rumah kita.

Selama musim hujan, keadaan tanah menjadi basah. Udara disekitarnya pun menjadi lembab. Pada saat itulah, mereka akan keluar dan mencari cahaya, dari cahaya lampu-lampu yang bersinar. Salah satu penyebabnya adalah menghindari udara lembab untuk menghangatkan tubuhnya. Selain itu, laron mencari cahaya terang untuk melakukan proses perkembangbiakan. Pada saat itu, laron sedang gencar-gencarnya mencari pasangan dan menikah di tempat yang terang pula. 

Dalam dunia rayap, ada yang namanya kasta. Ada kasta reproduktif, kasta prajurit, dan kasta pekerja. Hampir sama seperti semut, dalam koloni rayap juga ada raja dan ratu rayap. 

Ketika musim hujan tiba, raja dan ratu rayap di dalam tanah berpesan kepada para laron yang akan dilepas keluar. Mereka akan diterbangkan menuju bulan, bulan yang dimaksud adalah lampu yang terang. Di bulan, akan ada pesta pencarian jodoh. Para laron single ini akan berjuang dari mulai keluar dari sarang di dalam tanah hingga mendapatkan pasangannya. 

Ada banyak rintangan yang mereka hadapi, ketika baru keluar dari lubang tanah, mereka akan berdesak-desakan dan hal ini dapat menyebabkan sayap mereka patah. Jika sayap mereka patah, mereka tidak dapat terbang menuju “bulan”. Selain itu, masih ada kemungkinan mereka akan dimangsa hewan predator seperti cicak, kadal, dan katak. Bahkan, manusia juga ada lho yang makan laron. Laron dapat dibuat menjadi peyek lalu dimakan. Nah, jika mereka berhasil menemukan pasangannya, maka sayap mereka akan lepas karena sudah tidak dibutuhkan lagi kemudian mereka akan menuju lubang tanah untuk berbulan madu. 

Pasangan laron ini akan membentuk koloni baru dan mereka menjadi raja dan ratu laron dalam koloni tersebut. Sedangkan yang gagal menemukan pasangannya di kerumunan cahaya lampu itu, akan segera mati ketika fajar menyingsing. laron memang memiliki umur yang sangat pendek. Laron hanya berumur kurang lebih satu hari untuk mendapatkan pasangan kemudian melanjutkan fase hidupnya.

Monday, January 18, 2016

Koreksi Diri

Standard


Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik di dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu & baiknya kalau dia seperti aku!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena keram.

Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata,Jika emngkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya,”Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata,”Kalau begitu, sebagaiman engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”.

Lelaki itu menjawab,”Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan”.

Semanjak itu, Hasan al-Basri semakin & selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Jika Allah membukakan pintu sholat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak

Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah.

Boleh jadi orang yang gemar tidur & jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita. Ilmu Allah sangat amatlah luas. Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu.

Sunday, November 27, 2011

Matematis atau Logis?

Standard

Alkisah, diceritakan dua orang gadis yang bersahabat, meskipun mereka berdua bersahabat, tetapi mindset mereka tidaklah sama. Tika yang cara berpikirnya matematis dan Gika yang cara berpikirnya mengandalkan logika . 

Suatu hari, sepulang bimbingan belajar mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan.

Tika : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita, kira-kira sejak tiga puluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.

Gika : Itu hal yang logis. Dia ingin memperkosa kita.

Tika : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan?

Gika : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.

Tika : Itu tidak banyak membantu, gimana nih?

Gika : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.

Tika : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit.

Gika : Hanya ada satu langkah logis yang harus kita lakukan. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang ke kanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata pria tadi mengikuti langkah Gika si gadis yang menggunakan logika. Tika si gadis matematis tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gika datang.

Tika : Oh, terima kasih Tuhan. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?

Gika : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.

Tika : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?

Gika : Sesuai dengan logika, saya langsung lari sekuat tenaga dan pria itupun juga lari sekuat tenaga
mengejar saya.

Tika : Dan... dan..

Gika : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap...

Tika : Lalu, apa yang kamu lakukan?

Gika : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya.

Tika : Oh tidak,  lalu apa yang dilakukan pria tadi?

Gika : Sesuai dengan logika, dia menurunkan celananya.

Tika : Oh tidak, lalu apa yang terjadi kemudian?

Gika : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya. So akhirnya aku bisa lolos dari pria itu.

Wednesday, November 9, 2011

Surat Dari Tahun 2070

Standard

Ini adalah tahun 2070.

Aku baru berusia 50 tahun, tapi penampilanku seperti seseorang berumur 85 tahun.
Aku menderita gangguan ginjal serius, karena aku tidak minum cukup air.
Aku takut aku tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup.
Aku adalah salah satu orang tertua di masyarakat ini.
Aku ingat ketika aku masih anak berumur 5 tahun.
Semuanya tampak berbeda.

Ada banyak pohon di taman, rumah dengan kebun yang indah,
dan aku bisa menikmati mandi selama setengah jam.
Saat ini kami menggunakan handuk dengan minyak mineral untuk membersihkan kulit kami.
Sebelumnya, wanita memiliki rambut yang indah.
Sekarang, kami harus mencukur kepala untuk menjaganya tetap bersih tanpa menggunakan air.
Lalu, ayahku dulu mencuci mobilnya dengan air yang keluar dari selang.

Sekarang, anakku tidak percaya bahwa air dapat digunakan dengan cara seperti itu.
Aku ingat bahwa dulu ada peringatan HEMAT AIR di poster-poster, radio dan TV, tapi tidak diperhatikan. 
Kami pikir air akan selalu tersedia untuk selamanya.

Sekarang, semua sungai, danau, waduk dan lapisan air bawah tanah kering atau terkontaminasi.
Industri hampir berhenti dan pengangguran mencapai proporsi yang dramatis.
Desalinasi tanaman merupakan sumber utama tenaga kerja dan pekerja menerima sebagian dari gaji mereka dalam bentuk air minum.
Serangan bersenjata di jalanan untuk satu jerigen air sangat umum terjadi.
80% makanan adalah sintetik.
Sebelumnya, jumlah yang direkomendasikan untuk minum air untuk orang dewasa adalah 8 gelas per hari.
Saat ini, aku hanya diperbolehkan minum setengah gelas.

Kami sekarang harus mengenakan pakaian sekali pakai, dan ini meningkatkan jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank sekarang, karena sistem pembuangan limbah tidak bekerja karena kurangnya air.
Tampilan luar dari populasi sungguh mengerikan: berkerut, tubuh kurus karena dehidrasi, penuh luka yang disebabkan oleh radiasi ultra violet yang sekarang lebih kuat tanpa perisai pelindung dari lapisan ozon.
Kanker kulit, infeksi gastrointestinal dan saluran urine adalah penyebab utama kematian.
Karena pengeringan yang berlebihan kulit orang-orang muda yang berusia 20 tahun terlihat seperti 40 tahun.

Ilmuwan menginvestigasi, tetapi tidak ada solusi untuk masalah ini.
Air tidak dapat diproduksi, oksigen juga terdegradasi akibat kurangnya pepohonan dan vegetasi, dan kapasitas intelektual generasi baru sangat terganggu.
Morfologi spermatozoa pada pria telah berubah banyak.

Akibatnya, bayi dilahirkan dengan defisiensi, mutasi dan kelainan bentuk fisik.
Pemerintah mengharuskan kami membayar udara yang kami hirup,
137 m3 per hari per orang dewasa.
Orang-orang yang tidak mampu membayar akan diusir dari "zona yang berventilasi", berupa paru-paru mekanik yang sangat besar dengan tenaga matahari.
Udara tidak berkualitas baik, tapi setidaknya orang bisa bernapas.

Di beberapa negara, di mana masih ada beberapa zona hijau dilintasi oleh sungai, tempat ini dijaga oleh tentara bersenjata berat.
Air menjadi harta yang sangat didambakan, lebih berharga daripada emas dan berlian.
Di mana aku tinggal, tidak ada pepohonan, karena jarang sekali hujan.
Ketika terjadi presipitasi, itu adalah hujan asam.
Musim telah terpengaruh oleh uji atom dan oleh kontaminasi dari polusi industri abad ke-20 .
Kami telah diperingatkan untuk menjaga lingkungan, tapi tak ada yang peduli.

Dia bertanya: Ayah! Mengapa tidak ada air?
Kemudian, aku merasakan ada yang mengganjal di tenggorokanku!
Aku tak bisa menahan rasa bersalah, karena
Aku termasuk pada generasi yang berkontribusi menyebabkan kerusakan lingkungan atau dengan seenaknya tidak memperhatikan semua tanda peringatan.

Sekarang anak-anak kami harus membayar harga yang sangat tinggi!
Aku sangat percaya bahwa dalam waktu yang singkat kehidupan di bumi tidak akan bertahan lagi, kerusakan alam saat ini mencapai tahap yang tidak dapat diubah.

Bagaimana aku ingin kembali dan membuat manusia mengerti ...
... Bahwa kita masih punya waktu untuk menyelamatkan Planet Bumi kita.

Friday, October 28, 2011

Perbualan Bayi Sebelum Kelahirannya

Standard


Dikisahkan ketika seorang bayi akan dilahirkan ke dunia nyata.

Bayi itu bertanya kepada Tuhan: “Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkan saya ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah.”

Tuhan menjawab: “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Dia akan menjaga dan mengasihimu dengan sepenuh hatinya.”

Bayi bertanya lagi: “Tetapi disini, didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi, bermain dan tertawa. Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”

Tuhan menjawab: “Malaikat mu nanti akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia di sana”

Bayi bertanya lagi: “Bagaimana mungkin saya dapat memahami orang-orang bercakap dengan saya sedangkan saya tidak memahami bahasa mereka?”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar. Dan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara untuk berkata-kata.”

Bayi bertanya lagi: “Apakah yang boleh saya lakukan ketika saya ingin berbicara kepadaMu?”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa dan bermunajat kepadaKu.”

Bayi bertanya lagi:”Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya nanti?”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu lah yang akan melindungimu, walaupun mungkin jiwa dan raga terpaksa dikorbankannya.’

Bayi bertanya lagi: “Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak lagi dapat melihatMu lagi.”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana kamu nanti akan kembali juga kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu.”

Pada saat itu, Syurga begitu tenang dan hening sehingga suara dari Bumi dapat jelas kedengaran.

Dan sang bayi bertanya perlahan: “Tuhan, jika saya terpaksa pergi sekarang ini, bolehkah Kamu khabarkan kepadaku nama malaikat yang Kamu maksudkan itu?”

Tuhan menjawab: “Kamu akan memanggil malaikatmu itu sebagai “IBU”. Maka ingatlah, senantiasa kamu berkasih sayang dengannya dan menghargai setiap pengorbanan ibu mu. Berbakti, berdoa dan cintailah dia sepanjang masa. Dialah satu-satunya harta mu yang tiada galang gantinya, dunia mahupun akhirat. ”

Dan untuk para ibu, ingatlah kisah ini dikala kamu hilang sabar karena anak-anak mu yang sedang membesar. Sesungguh nya Syurga itu dibawah telapak kakimu. Sucikanlah 4 perkara dengan 4 perkara :

Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan
Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu
Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Robb mu
Dosa-dosa mu yang lalu dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu