Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Wednesday, February 24, 2016

Semangat Juang Mahasiswa Baru!

Standard

Kepada kawan-kawan seperjuangan, yang saat ini sedang digalaukan oleh tugas kuliah yang tak berujung, yang saat ini diresahkan oleh kompleksnya dinamika persoalan di tanah rantauan, yang saat ini mungkin hampir kehilangan visi mulia akan terwujudnya impian.
Ingatlah kawan! Ingatlah saat kalian mengemis kepada-Nya untuk hasil seleksi ke institusi pendidikan impian kalian! Ingatlah saat kalian berharap untuk merasakan pendidikan di bangku kuliah! Ingatlah kebahagiaan yang kalian rasakan ketika menerima pengumuman hasil seleksi yang sangat kalian nantikan!
Lihatlah kawan! Lihatlah teman-teman kalian yang tidak seberuntung kalian! Lihatlah mereka yang sangat ingin berada di posisi kalian! Lihatlah mereka yang gagal dan tersingkirkan dalam pertempuran di atas kertas yang telah kalian menangkan!
Sadarlah kawan! Sadarlah bahwa kalian adalah pemenang! Sadarlah bahwa kalian adalah yang terpilih! Sadarlah bahwa kalian adalah yang terbaik!
Berkeluh kesah tidak akan membantu. Putus asa bukanlah pilihan. Jalan selalu terbuka bagi mereka yang berusaha.
Ingatlah bahwa rintangan yang kalian hadapi saat ini adalah bagian dari doa yang dahulu kalian ucapkan. Semua adalah bagian dari nikmat yang dianugerahkan kepada kalian...
Tulisan ini hanyalah sedikit untaian kata yang tak sempurna, untuk sekadar mencerahkan pikiran yang penat, dan sebagai motivasi diri yang mulai kehilangan tekad.

Ditulis Oleh :
Ahmad Irvan Pratama, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Jurusan Biokimia, Semester Dua

Saturday, January 30, 2016

Penutupan Tutorial Pra UN 2016

Standard

Tutorial Pra UN 2016 adalah aktivitas belajar mengajar alumni MAN Negara bersama adik-adik kelas XII yang akan segera menghadapi ujian nasional yang diselenggarkan disela-sela waktu liburan semester. Metode belajar yang asyik dan bersahabat membantu untuk memahami pelajaran yang efisien dan efektif. TP UN ini nantinya diharapkan dapat mewujudkan pelaksanaan Ujian Nasional yang bersih, jujur, dan berkualitas.

TP UN 2016 ini diadakan tepat 30 hari proses belajar mengajar, terhitung mulai tanggal 1 Januari hingga 30 Januari. Yang dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode pertama bagi mereka alumni yang libur lebih awal dan pulang lebih cepat (1-15), dan periode kedua bagi mereka yang libur lebih akhir dan mereka yang libur lebih awal dan pulang lebih akhir (16-30).

Pembukaan TP UN sebagai awalan menginformasikan mengenai sistem belajar, waktu, dan tempat yang ditentukan. Dan Penutupan TP UN merupakan event yang menandai berakhirnya acara Tutorial Pra UN ini.

Pada penutupan hari ini, dipresentasikan dalam sebuah slide mengenai tujuan dan hasil dari belajar mengajar TP UN, kemudian dilanjutkan dengan salam-salam dari para alumni yang tidak dapat hadir pada acara penutupan, selanjutnya penyampaian tips-tips agar berhasil dalam menghadapi UN dimeriahkan dengan jargon TP UN yakni, #Bersih, #Jujur, #Berkualitas (dengan gaya khas TP UN), dilanjutkan dengan sharing pengalaman para alumni yang hadir, agar dapat diambil hikmahnya. Setelah selesai, dibagikan cerita aktivitas-aktivitas selama dikampus dan apa saja yang terpenting mengenai kampus. Berikutnya, diselingi dengan quiz pertanyaan jitu yang diberikan oleh kakak alumni untuk dijawab dan diberi hadiah. 

Pada bagian akhirnya, ditampilkan slide mengenai gambaran universitas dari para alumni dan diberikan waktu tanya-jawab, bagi yang bertanya diapresiasi dengan hadiah. Setelah selesai sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan kompetisi, kompetisi ini adalah untuk mencari siapakah peserta TP UN yang dianggap paling layak menyandang gelar The Champions. kompetisi ini akan dilakukan melalui 3 stage penyisihan, dan 1 stage penentuan juara. Setelah pemenang ditentukan, pemenang akan diminta untuk memimpin jargon dan menutup acara TP UN 2016 secara resmi. 

Dengan berakhirnya TP UN 16, maka sekaligus menandai dibukanya perekrutan TP UN 17 bagi adik-adik yang berminat sebagi tutor dan mentor selanjutnya, untuk menjadikan UN bersih, jujur, dan berkualitas.

Untuk lebih lengkapnya, slide presentasi TP UN bisa didownload pada link dibawah ini.

Mari jadikan UN:
#Bersih
#Jujur
#Berkualitas

Tuesday, January 26, 2016

Selamat Ulang Tahun Ke-25

Standard
MAN NEGARA
Derap langkah menuju cita
Beriring santun teguh dalam satu jiwa
Madrasah Aliyah Negeri Negara
Generasi berakhlak mulia
Iman, Ilmu, dan agama
 
Terpadu dalam satu cita
Mengukir prestasi dengan semangat yang tinggi
Tunjukkan jiwa yang qur'ani
 
Tebarkan, kibarkan panji pendidikan
Mengabdi untuk memajukan bangsa
Majulah Man Negara, bangkitlah Man Negara
Jayalah jayalah selamanya

Selalu terngiang dengungan Mars MAN Negara dimanapun ia berada. 

Tak terasa sudah seperempat abad lamanya MAN Negara tercinta berkiprah dalam bidang pendidikan untuk membentuk insan-insan yang cerdas dan islami, tak sedikit pula torehan yang telah diukir oleh MAN Negara. Baik itu di tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional, dan Internasional.

Senang rasanya sempat menikmati masa-masa itu. Tiga tahun lamanya menimba ilmu disana memberikan banyak kenangan yang masih terbawa hingga saat ini. Tiga tahun yang diberikan telah menggenapkan masa studi dua belas tahun dan "InsyaAllah" akan terus berlanjut hingga akhir hayat.

Tahun pertama dilalui dengan harapan tinggi dalam menuntut ilmu, dan dikabulkan dengan ditempatkannya kami pada kelas nomor satu waktu itu, "Alhamdulillah" sepuluh satu (X1). Disini pertama kali kami memulai proses belajar mengajar. Canggung, berkenalan satu sama lain. Maklum, abg yang baru saja lulus sekolah menengah pertama. Memulai perkenalan tidaklah mudah, apalagi pada lawan jenis, malu. Maka, lebih baik teman laki-laki saja, agar mudah akrab. Seandainya, ada teman perempuan yang mau berkenalan, sedikit terlihat angkuh/sombong cukuplah, agar tidak nervous. Wajar, jika akhirnya banyak yang berburuk sangka awalnya. Apa boleh buat, salah langkah. Gagal dalam hal perkenalan formal, sedikit unjuk kebolehan agar lebih dikenal. Catur dan Matematika solusinya. 

Tahun kedua sedikit mengejutkan, selayaknynya seorang siswa, menjadi yang terbaik adalah hal yang paling diimpikan. Perollingan kelas tak sesuai harapan, sebelas ipa tiga (XI IPA3). Meskipun tak ada yang bilang ini bukan kelas unggulan, tapi mau dikata apa persepsi selalu memberi dampak yang besar bagi rasio. Kita terima saja. Belum sempat untuk mengenal teman-teman baru ini, sontak kabar baru terdengar."Perpidahan siswa karena ketidakseimbangan struktur kelas". Mencoba menyimak percakapan antar wali kelas itu, terbisik sebuah nama, itu kami. Bukan main senangnya waktu itu, diberi kesempatan untuk pindah menuju kelas IPA 1 yang semua anggapan orang, inilah kelas unggulan. Banyak teman-teman yang ditinggal merajuk ingin juga. Di IPA 1 inilah pertama kali proses pembelajaran pada tahun kedua dimulai. Sekaligus, memulai pertemanan dengan teman-teman baru. Rasa canggung mulai sedikit ditekan, dan mencoba steril dengan siapa saja, dan masih mencoba lebih dikenal dengan lomba-lomba. Catur, Matematika, Karya Ilmiah, Teater, Komputer dan lainnya.

Tahun Ketiga tidak jauh berbeda dengan tahun kedua, dengan struktur kelas yang sama, hanya pergantian wali kelas sahaja. Tahun ini banyak kripik kritik pedas yang kami terima, julukan kelas unggulan luntur dibasuh pemutih. Hilang tak berbekas. Bukan main semua kritikannya, seperti dihujam ratusan ribuan belati yang menikam dada tembus ke jantung hati yang terdalam. Sedih kadang melihat teman-teman yang sudah berusaha keras untuk menuruti permintaan. Karena itu kami sedikit berupaya untuk membantu dengan metode belajar bersama, paling tidak ini membantu. Disinilah hal paling berharga didapat. Ternyata, ada metode perkenalan yang lebih baik daripada ingin lebih dikenal seperti sebelum-sebelumnya. Yaitu, "saling membantu". Metode inilah yang masih dipegang sampai saat ini. Dibalik semua kritikan itu, ternyata ada nilai sebagai pembandingnya. Nilai adalah pembanding factual, yang sah. Tapi, bukan semata-mata karena sebuah atau dua buah angka kita harus berbuat curang.

"Proses belajar bukanlah hanya terdapat pada sebuah nilai, tapi bagaimana bisa memahami pelajaran itu setelah engkau belajar"

Sebagai penutup,
Semua torehan yang telah diukirkan selama ini pantas dibanggakan oleh semua keluarga MAN Negara, dan semua kebanggaan ini pantas dirayakan oleh seluruh keluarga MAN Negara.

Majulah MAN Negara, Jayalah MAN Negara. Jayalah, Jayalah Selamanya

Untuk MAN NEGARA yang:
#Bersih
#Jujur
#Cerdas
#Islami

Monday, January 25, 2016

Renungan Cinta

Standard
Tafakkur

Cinta itu sulit dipahami,
Didiamkan menyiksa,
Dipaksakan bukan cinta,
Karena itu lebih baik mengembara saja,
Tidak terikat dengan cinta.

Karena cinta sejati hanya pada seorang ibu pada anaknya,
Tapi cinta hakiki hanyalah Tuhan pada hambanya,
Karena itu jangan terlalu berharap lebih selain kedua itu karena bisa saja menyiksa.

Pandanganmu itu nafsu semata,
Kau tak bisa mengelaknya,
Jika tak menjaga pandanganmu,
Aku harapkan kedatangan orang setelahku,
Yang memahami sepertiku tentang dunia.

Sehingga dia dapat melanjutkan,
Apa yang ingin aku sampaikan pada dunia.

Jika kau bersiap untuk maju,
Kamu harus melepas semua bebanmu,
Dan jangan memungut beban lain di jalan.

Tulisan pada secarik kertas "Pemahaman Hidup" pada bait pertama.
Tertulis, 25 September 2015

Sunday, January 24, 2016

Nasehat Untuk Guru

Standard
KH. Maemun Zubair
Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar.

Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. nanti kamu marah-marah ketika melihat muridmu tak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. 

Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.

Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.

Monday, January 18, 2016

Koreksi Diri

Standard


Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik di dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu & baiknya kalau dia seperti aku!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena keram.

Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata,Jika emngkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya,”Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata,”Kalau begitu, sebagaiman engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”.

Lelaki itu menjawab,”Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan”.

Semanjak itu, Hasan al-Basri semakin & selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Jika Allah membukakan pintu sholat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak

Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah.

Boleh jadi orang yang gemar tidur & jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita. Ilmu Allah sangat amatlah luas. Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu.

Sunday, January 17, 2016

Sistem Pendidikan Nasional

Standard

Sampai kapanpun pelaksanaan Ujian Nasional di Indonesia tidak akan pernah benar. Akan selalu ada pengkhianatan orang dalam, pengkhianatan guru atas pengajaran baiknya, dan pengkhianatan siswa atas semua yang telah diajarkan kepada mereka. Semua berawal dari rasa takut, rasa takut akan kehilangan nama baik sebuah instansi, rasa takut akan kegagalan anak didiknya, dan rasa takut akan ketidakmampuan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Tidak ada yang menyangkal bahwa itu adalah perbuatan yang salah. 

Tapi kalian tahu sendiri, itu terjadi dimana-mana. Mungkin terlihat terlalu idealis dan jahat dari cara saya menyampaikannya. Tapi ya, itulah faktanya. Rasa takut telah menciptakan sebuah tradisi buruk, yang bahkan tidak bisa dirubah oleh orang-orang berkebiasaan baik.

Revisi Kutipan Umar Yusril Muhtadi (Mahasiswa UM Angkatan 2015)

Wejangan Untuk Pelajar

Standard


Aku mulai tulisan ini dengan basmalah
Berharap agar dapat menjadi berkah

بسم الله الر حمن الر حيم

Dilanjutkan dengan ucapan hamdalah
Atas segala manfa'at dan ni'mah

الحمد لله رب العا لمين

Sholawat nabi tak lupa dihaturkan
Syafa'atnya ditunggu di kemudian

و الصلاة و السلام على نبينا محمد و اله و صحبه اجمعين

Ku tulis ini untuk para pelajar
Semoga manfaat untuk belajar

Belajar adalah proses memahami
Bukan sekadar mencari nilai

Dari buaian hingga liang lahat
Belajarlah dengan tekun dan giat

Kebodohan bukanlah suatu alasan
Untuk tidak mencicipi pelajaran

Rasa malas dan susah itulah wajar
Karna sebelumnya tak pernah dihajar

Mencari ilmu haruslah ada niat
Supaya terbentuk tekad yang kuat

Persiapkan bukumu di pelukanmu
Bukan smartphone gadget yang sebesar pintu

Kedokteran keteknikan apapun itu
Ilmu agama tetaplah nomor satu

Mintalah ridho orang tua dan guru
Hormati mereka jagalah selalu

Kewajiban tunaikan selalu
Sunnah dan adab utamakan dulu

Pegang eratlah teman baikmu
Bagai ikatan intan karbon yang padu

Sangka baik orang yang buruk padamu
Abailah jika mengolok usahamu

Mudawamah belajar sangat diperlukan
Istiqomah ibadah diutamakan

Hindari perkara yang merusak iman
Contoh hubungan tak jelas akhwat-ikhwan

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya
Bagi pelajar yang mengharap ridho-Nya

Untaian kalimat ini tidaklah sempurna
Ambillah yang baik tinggalkan yang hina

Demikian yang dapat aku tuliskan
Diakhiri dengan doa penutupan

سبحانك اللهم و بحمدك * اشهد ان لا اله الا انت * استغفرك و اتوب اليك

By:
Rival Abdul Aziz (Mahasiswa ITB Angkatan 2015)