Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

Saturday, May 23, 2020

Pesan Ramadhan 1441 H dari Istanbul

Standard


Assalamu'alaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya teman-teman semua?

Semoga kesehatan, kelancaran terus diberikan oleh Allah Swt. Kesehatan dan kelancaran yang sudah diberikan pada setiap nafas kita, termasuk nafas terakhir kita, bisa kita gunakan untuk terus berkhidmah dijalan Allah Swt. Aamiin..

Teman-teman, tulisan saya kali ini merupakan tulisan pembuka setelah lamanya saya tidak menulis lagi di blog ini. Alhamdulillah bi kulli ni'mat wal ihsan, di tahun 2020 M/1441 H ini masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan penuh kemuliaan, yaitu Ramadhan. 

Ramadhan 1441 H ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun ini seluruh dunia sedang bergulat dengan wabah COVID-19 yang muncul akhir tahun 2019 di Wuhan, China. Salah satu hal yang paling dirasa adalah kebiasaan untuk melakukan mudik atau pulang kampung bertemu keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 (Permenhub 25/2020) Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah yang mencantumkan larangan untuk mudik bagi penduduk yang tinggal di wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan zona merah penyebaran COVID-19.

Meskipun demikian, silaturrahmi tetap tidak boleh terputus.. menghubungi mereka dengan media elektronik ataupun surat menyurat masih tetap bisa dilakukan, seandainya lingkungan dan fasislitas kita sangat terbataspun, ada doa yang akan selalu sampai. 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir karya Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, (Mudarris tafsir Universitas Islam Madinah)

1 ). Hasan al-Bashry berkaya : “Kunci kekayaan laut adalah kapal, dan kunci kekayaan bumi adalah jalan, sedangkan kunci kekayaan langit adalah doa”. 

2 ). Kedekatan Allah yang disebutkan dalam al-Qur’an dan sunnah adalah kedekatan khusus kepada orang-orang yang beribadah kepada-Nya, dan kepada orang yang memohon dan berdoa kepada-Nya, dan itu merupakan buah ibadah dengan nama-Nya yang agung : { وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ }. 

3 ). Perhatikanlah ayat ini : { وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ } hikmah dan makna yang indah yang tidak mungkin dihilangkan : - Ayat ini terletak di pertengahan ayat-ayat puasa, ayat ini mengajarkan akan pentingnya doa dan pengaruh yang ada padanya. - Amatilah kemuliaan ini yang Allah pakaikan kepadamu, yaitu ketika Dia menisbatkan hamba-Nya kepada diri-Nya yang Maha suci : { عِبَادِي } maka kebaikan apakah yang akan diraih oleh seorang hamba dari tuannya ? - Di dalam ayat ini terdapat beberapa kalimat yang mengandung makna yang agung, dan yang paling baik adalah kedekatan Allah kepadamu, maka apakah sesuatu yang paling agung yang kamu sangkakan selain dari kedekatan yang agung itu ? maka hendaklah kamu menyelam lebih dalam, niscaya kamu akan menemukan mutiara yang lebih banyak. 

4 ). { وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ } , { فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ } "karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)" [ Hud : 61 ], alangkah dekatnya Allah ! tidak satupun perantara yang membatasi antara kita dengan-Nya, tiada batas waktu yang akan menghalang, dan tidak pula antrian yang menunggu, serta lorong yang memotong. 

5 ). Khalid bin al-Rob'i pernah berkata : aku takjub dengan ummat ini ! Allah memerintahkan mereka untuk berdoa dan Dia pula yang menjanjikan ijabah, dan tiada diantara keduanya syarat. Kemudian beliau ditanya tentang hal ini? beliau berkata, ada perkara yang mengahruskan syarat, seperti firman Allah : { وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ } "Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik" [al-Baqarah : 25] maka dalam hal ini ada syarat, yakni : kabar gembira itu bersyarat keimanan dan amalan shalih, kemudian firman Allah : { فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ } "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)" [Gafir : 14] di ayat ini ada syarat, sedangkang firman Allah : { ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ } "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" tidak ada syarat. 

6 ). Sebagian salaf mengatakan : Kapan Allah membawa lisanmu untuk berdoa kepada-Nya, ketahuilah bahwasanya Dia berkehendak untuk mengabulkan permintaanmu; hal itu dikarenakan kebenaran janjinya dengan mengabulkan permintaan siapa yang berdoa kepada-Nya, bukankah Allah telah berfirman : { فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ }.

Masih banyak lagi ayat Quran, Sunnah Nabi, dan perkataan Salafus Salihin dan Ulama yang menjelaskan tentang betapa pentingnya doa bagi umat Islam, karena الدعاء سلاح المؤمن "doa adalah senjatanya umat Islam". Dan doa yang terbaik adalah doa yang dilakukan bersama sama dan saling mendoakan. Karena itu penulispun memohon doa kepada pembaca begitupun penulis mendoakan pembaca budiman sekalian.

Terkhusus doa dan salam hangat kepada keluarga dan orang yang tersayang, Semoga semuanya tetap sehat semua dan diberikan umur yang panjang... Aamiin Ya Mujiib

Winanda Fikri Panemiko, SH

Istanbul, Fatih 23 Mei 2020

Referensi: https://tafsirweb.com/693-quran-surat-al-baqarah-ayat-186.html

Tuesday, May 15, 2018

Sepakat! Awal Bulan Ramadhan 1439 H jatuh pada hari Kamis 17 Juni 2018

Standard



Perhitungan Awal Bulan Ramadhan 1439 H

Oleh : Winanda Fikri Panemiko

Dalam penentuan awal bulan Qamariyah ada beberapa metode yang digunakan oleh setiap organisasi kemasyarakatan dan fuqaha (ahli terkait). Adapun beberapa metode yang umum digunakan adalah sebagai berikut :

1. Rukyat
Yaitu metode penetapan awal bulan baru Qamariyah dengan cara melihat secara langsung hilal (bulan baru) pada saat matahari terbenam pada tanggal 29 bulan Qamariyah. Jika hilal terlihat maka besok adalah tanggal 1 bulan baru, sedangkan jika hilal tidak terlihat, maka dilakukan istikmal (penyempurnaan angka bilangan qamariyah menjadi 30 hari), dengan kata lain tanggal 1 bulan baru jatuh dua hari setelah rukyat.

Contoh :

Untuk menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1439 H, maka rukyat (upaya melihat hilal) dilakukan pada tanggal 29 Sya’ban 1439 H (Selasa, 15 Mei 2018). Apabila hilal terlihat pada hari itu, maka malam itu dan keesokan harinya (Rabu) adalah tanggal 1 Ramadhan 1439 H. Namun apabila hilal tidak terlihat, maka tanggal 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018.

2. Hisab
Yaitu metode penetapan awal bulan baru Qamariyah dengan cara perhitungan tanpa harus melihat hilal secara langsung, akan tetapi perhitungan yang dilakukan harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria ini berbeda-beda dalam setiap metode hisab yang digunakan.
 
a. Kriteria Ijtima’ Qabla al-Ghurub
Yaitu metode hisab yang dilakukan dengan kriteria ijtima’ (waktu peralihan dari bulan mati ke bulan baru) harus terjadi sebelum matahari terbenam pada tanggal 29 bulan Qamariyah. Dengan kata lain hisab ini hanya melihat waktu terjadinya ijtima’ dalam perhitungan hisabnya.

Contoh :

Berdasarkan perhitungan ijtima yang penulis lakukan, dapat diketahui bahwa waktu ijtima’ menjelang bulan Ramadhan 1439 H terjadi pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 Pukul 18:50:28 WIB. Sedangkan matahari terbenam lebih dahulu, yaitu pukul 17:44:55.61 WIB.
Dengan demikian hasil hisab tersebut tidak memenuhi kriteria Ijtima’ Qabla al-Ghuru. Karena ijtima terjadi setelah matahari terbenam. maka 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018

b. Kriteria Wujud al-Hilal
Yaitu metode hisab yang menggunakan kriteria, asalkan hilal sudah berada di atas ufuk pada tanggal 29 bulan Qamariyah. Maka malam itu dan keesokan harinya adalah tanggal 1 bulan baru Qamariyah. Namun apabila hilal berada di bawah ufuk, maka malam itu dan keesokan harinya masih tanggal 30 bulan Qamariyah.

Contoh :

Berdasarkan perhitungan ketinggian yang penulis lakukan, dapat diketahui bahwa ketinggian hilal menjelang bulan Ramadhan 1439 H terjadi pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 adalah - 01* 36’ (1 derajat dibawah ufuk).
Dengan demikian hasil hisab tersebut kriteria Wujudul Hilal tidak terpenuhi. Karena hilal berada di bawah ufuk dengan ketinggian - 01* 36’. maka 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018

c. Kriteria Imkan ar-Rukyat
Yaitu metode hisab yang mempunyai beberapa kriteria yang bersifat kolektif. Kriteria ini berfungsi untuk meyakinkan bahwa hilal benar-benar dapat terlihat, meskipun keadaan cuaca tidak mendukung.

Adapun kriteria tersebut adalah :
- Pada saat matahari terbenam, ketinggian (altitude) bulan diatas cakrawala minimum 2 derajat,
- Sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan–Matahari minimum 3 derajat.
- Pada saat Bulan terbenam, usia bulan minimum 8 jam, dihitung sejak ijtimak.

Apabila kriteria tersebut terpenuhi maka malam itu, dan besok hari adalah tanggal 1 bulan baru Qamariyah, Jika tidak, maka malam itu dan besok hari masih tanggal 30 bulan Qamariyah

Contoh :

Berdasarkan perhitungan ketinggian yang penulis lakukan, dapat diketahui bahwa ketinggian hilal menjelang bulan Ramadhan 1439 H terjadi pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 adalah - 01*36” (berada di bawah ufuk) tidak memenuhi persyaratan minimum 2 derajat diatas ufuk.
Sudut elongasi (Jarak busur) antara Bulan-Matahari adalah 05*11’ 26.90” memenuhi persyaratan minimum 3 derajat
Usia bulan - 01* 5’ 33”. Dengan kata lain belum terjadi ijtima’ sehingga umur bulan dinilai negative. Maka kriteria ini juga tidak memenuhi persyaratan minimal 8 jam umur bulan

Dengan demikian hasil hisab dengan kriteria Imkanur Rukyat tidak memenuhi persyaratan, maka 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018

Saturday, November 5, 2016

Syarhil Qur'an : “Lihat dan Pelajari, Pintu Awal Meraih Prestasi, Mendekati Illahi”

Standard

Menurut Sir Charles Sherrington, Otak manusia begitu memesona, jutaan kumparan berkelip membentuk pola tertentu dari pola-pola yang lebih kecil, penuh arti dan tak kunjung diam dengan pergerakan yang harmonis, bagaikan galaksi bimasakti memasuki suatu kosmik yang berdansa. Ungkapan tersebut menunjukkan betapa luar biasa Allah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Agar manusia menjadi wakil terbaik-Nya di dunia dan Ia tak ingin ciptaan-Nya menjadi hina.

Begitu luar biasa besarnya modal yang telah Allah berikan kepada kita. Akankah kita menyia-nyiakannya? Di luar sana, masih ada orang yang membuang waktunya dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Ada atau ada? Bikin kerusuhan? Konsumsi obat-obatan terlarang? Nongkrong- nongkrong di pinggir jalan? Kelabing alias kelayaban bingung ke tempat-tempat yang dilarang Allah? Masih ada? Ada atau banyak? Na’udzubillah,... Sadar ataupun tidak, mungkin terkadang saya dan anda menjadi bagian dari orang-orang yang menyiakan waktu. Mau jadi apa bangsa ini? Apa kata dunia? Astaghfirullah.. mari segera kita benahi diri.

Hadirin... hadirat yang dirahmati Allah...

Belajar adalah suatu kewajiban bagi umat islam. Bukan hanya bagi anak sekolah atau mahasiswa saja, tetapi seluruh lapisan umur. Selama ia masih bernapas, matanya masih bisa berkedip, dan jantungnya masih berdetak. Maka dari itu, kami akan menyampaikan syarahan al quran yang berjudul, “Lihat dan Pelajari, Pintu Awal Meraih Prestasi, Mendekati Illahi”, dengan landasan wahyu yang pertama diturunkan Allah, Qur'an Surah Al ‘Alaq ayat 1 sampai 5:

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١  خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢  ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣  ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥ 

"1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,. 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,. 3. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,. 4. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Hadirin... hadirat yang berbahagia,

Maksud dari ayat ke empat adalah Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca. Namun apakah hanya bergumul dengan tulisan dan bacaan? Ooo.. Tidak juga. Ada membaca yang punya maksud lain.

Seorang raja Sirsilia memiliki mahkota terbuat dari emas murni. Dan begitu bingung karena tak bisa mengetahui volume mahkotanya yang penuh dengan ukiran. Ia berpikir ini mustahil, maka ia memerintahkan seorang ilmuwan untuk memecahkan masalahanya. Sang ilmuwan pun bingung mencari jawabannya. Sangat sulit mengukur volume mahkota yang sarat dengan ukiran itu. Ketika sang ilmuwan sedang berendam merenungi tugas amat beratnya, air dalam bath tube pun tumpah saat ia bergerak. Ia tertegun memperhatikan air yang tumpah itu. Ia keluar dari bath tube, kembali mengisi bath tube hingga penuh. Ia mencelupkan kakinya, air pun tumpah lagi. Masih belum puas, ia kembali mengisi bath tube samapai penuh lagi, dan ia mencelupkan dirinya. Air yang tumpah pun semakin banyak. Ahha! Eureka!! (saya dapat!). saking girangnya ia  berteriak-teriak keluar kamar mandi dan lupa berpakaian. 

Akhirnya ia berpakaian rapi dan menemui sang raja. Memasukkan mahkota ke dalam bejana berisi air penuh. Ia mengukur air yang tumpah, dan terjawablah berapa volume mahkota emas penuh ukiran itu. Ilmuwan ini bernama Archimedes. Hukum Archimedes sebenarnya merupakan ketentuan Allah yang dilihat, dibaca oleh Archimedes. Inilah contoh proses ilmu pengetahuan dan peradaban manusia yang dimulai dengan kata “Iqra” (bacalah).

Hadirin yang terhormat,

Dalam sebuah Hadits riwayat Tirmidzi dan Anas diungkapkan, “Barangsiapa yang keluar dari rumah untuk mempelajari satu bab dari ilmu pengetahuan, maka ia berjalan fii sabilillah sampai ia kembali ke rumahnya”

Allah tidak hanya meminta kita untuk membaca alam, tetapi juga manusia serta hubungan dengan manusia. Kita juga diperintahkan Allah untuk merenung setelah membaca, serta menyadari bahwa semua itu adalah bagian dari ketetapan Allah. Bukan terpisah sebagai ilmu pengetahuan saja. Jika manusia tidak mampu memberdayakan kemampuan nalar, maka ia akan kehilangan arah. Banyak kalangan ilmuwan yang begitu mempertuhankan ilmu tanpa menyadari realitas ilmu itu sendiri yang merupakan ketetapan atau hukum Allah. 

Allah senantiasa mengajak kita untuk tidak berhenti berpikir mengenai segala kejadian. Berikut saya akan mengajak kita melihat contoh orang yang membaca dan menyelesaikan masalah di sekitarnya. Coba kita menulis angka 10 dengan angka romawi, lalu 100 atau 1000. Tapi bagaimana dengan 759 milyard? Trilyun, atau bilyun? Dan semuanya harus dengan angka romawi! Pada tahun 976M, seseorang memikirkannya dan menyelesaikan masalah tersebut. Dialah Muhammad bin Ahmad. Penemu angka 0. Dan sekarang kita merasakan manfaatnya. Penelitiannya dilanjutkan oleh Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Ia menemukan perhitungan aljabar yang menjadi dasar ilmu pasti. Para pejuang kecerdasan itulah yang telah meretas jalan menuju kemajuan science. Sebuah usaha membaca sifat – sifat Allah. 

Penekanan pentingnya berpikir serta belajar, sangat dimuliakan Allah. Selain merupakan keutamaan yang disebutkan hampir disetiap ayat-Nya, juga sebagai penyelamat dirinya dan sesamanya dari jurang kehancuran dan mendorong manusia pada kemajuan peradaban. Begitu banyak bacaan yang dapat dipelajari di sekitar kita. Selain buku dan berbagai media, bisa juga merupakan kejadian atau pengalaman kita dan orang lain, yang intinya, dijadikan teladan, peringatan, atau kesimpulan.

Hadirin yang berbahagia,

Sekarang kita sedang menghadapi bulan Ramadhan Karim. Jangan sampai kita melewatkan obral pahala besar-besaran, potongan dosa, dan ada door prize lailatul qadar. Semua kebaikan dilipatgandakan. Masih ingat tentang riwayat hadits tadi bukan? Jika pada hari-hari biasa saja orang yang keluar rumah  untuk menuntut ilmu dihitung sebagai perjuangan fii sabilillah sampai ia tiba di rumah, apalagi di bulan ramadhan. So, tidak ada lagi alasan bermalas-malasan di bulan ramadhan dengan alasan berpuasa. Karena puasa itu bukan berarti diam, tapi bergerak. Bagaimana kita bisa merebut kembali kejayaan Islam di masa lalu, kalau kita hanya ingin, tapi tidak ada aksi. Bagaikan busur panah yang hanya membidik, tapi tidak dilepaskan anak panahnya. Bagaimana sasaran itu tercapai? Jangan terlalu berharap ada perubahan kalu tidak ada pergerakan. Sebagaimana firman Allah dalam Qur'an Surah Ar ra’du ayat 11:

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ١١ 

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Hadirin rahimakumullah,

Ada aksi, maka ada reaksi. Ada pergerakan, maka ada perubahan. Jangan kita terjebak terus menerus dengan persepsi kita bahwa kita tertinggal. Katakanlah Tidak! Kita adalah luar biasa. Ingin tau siapa kita? Baru-baru ini ditemukan fakta bahwa semua makhluk hidup memiliki alphabet basa DNA yang sama, A(adenin), T(thymin), G(guanin), C(chytosine). Dalam struktur helix ganda sebuah DNA, A-T sedangkan G-C. Diperkirakan dalam tubuh manusia terdapat 100 trilyun sel. Dengan 23 pasang kromosom di tiap intisel yang disusun 3 milyar huruf alphabet tadi. Jika DNA dalam setiap tubuh manusia direntangkan, maka panjangnya akan melebihi 600 kali jarak bumi dengan matahari. Cobalah bayangkan sejenak, betapa luar  biasa Allah menciptakan makhluk bernama manusia ini. Tak lain karena manusia adalah makhluk kepercayaan-Nya tuk menjadi khalifah di bumi.

Jangan pernah meremehkan diri kita. Karena kita memiliki modal kemuliaan. Namun bukan pula menjadi alasan bagi kita untuk sombong. Jangan sia-siakan kepercayaan Allah. Kita diciptakan untuk meraih kemenangan. Setiap hari ada 5 kali panggilan adzan, dan tiap adzan 2 kali kita dipanggil untuk meraih kemenangan. Mari kita sambut panggilan tersebut sepenuh hati.

Hadirin yang bebahagia,

Dari uraian tadi dapat disimpulkan, 
  1. Belajar merupakan kewajiban umat islam sepanjang hayat. Bukan hanya sampai tamat sekolah atau kuliah, tapi selama masih ada helaan napas, mata masih bisa berkedip, dan jantung masih berdetak .
  2. Orang yang berhasil, bukan karena IQ super. Karena keberhasilan tidak memerlukan kecerdasan yang luar biasa, juga bukan karena keberuntungan semata. Tapi tergantung besar tidaknya keyakinan kita meraih kemenangan dan setinggi apakah cita-cita kita. Bercita-citalah setinggi-tingginya. Dusturunal qur’an, Allahu Ghayatuna, (al qur’an penuntun kita, Allah tujuan kita). Jadilah wakil Allah yang terbaik di muka bumi. Lakukanlah yang terbaik yang kita bisa apapun aktifitas kita.
  3. Gunakanlah ramadhan sebagai bulan pelatihan untuk menghadapi 11 bulan ke depan. Selama masih diberi kesempatan oleh Allah, gunkanlah sebaik-baiknya kesmpatan yang ada. Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara.

Demikianlah syarahan yang kami sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wednesday, July 27, 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Standard

Assalamu'alaikum wr. wb

Tak terasa perjuangan kita di bulan ramadhan lalu telah sampai pada puncaknya, kini di hari yang fitri ini, penulis (Read: Pen) dan keluarga ingin meminta maaf apabila ada salah-salah kata dalam tulisan Pen selama ini, begitu juga dalam perilaku Pen selama ini. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, maka sudah sewajarnya Pen selaku manusia biasa meminta maaf, semoga permintaan maaf Pen bisa diterima.

Begitu juga dengan Pen sendiri, Pen membuka pintu maaf selebar-selebarnya bagi siapapun mereke, yang dikenal, maupun belum, yang pernah dijumpai maupun belum.

Ini adalah posting pertama Pen setelah beberapa bulan terakhir, semoga dengan awal yang barokah ini, kedepannya blog Pen dapat memberikan lebih banyak lagi manfaat bagi teman-teman semua.

Kami sekeluarga mengucapakan :

Minal Aidin wal Faizin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H
Mohon maaf lahir dan batin.

Wassalamu'alaikum wr.wb