Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, January 3, 2017

Puisi HAM : "Anak Didikmu Bukanlah Anakmu"

Standard

Anak bukanlah anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan ...
Cinta kasihmu dapat kau berikan pada mereka, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka mempunyai pikiran sendiri
Raga mereka dapat kau kurung, tapi tidak jiwa mereka
Karena jiwa mereka tinggal di rumah masa depan
Yang tak dapat kau kunjungi
Bahkan tidak melalui mimpimu
Kau dapat berjuang menyerupai mereka
Tapi jangan coba buat mereka menyerupaimu
Karena hidup tidak berjalan mundur
Ataupun berlambat-lambat dengan hari kemarin
Kau adalah busur yang memastikan mereka,
Anak panah yang berjiwa

(Kahlil Gibran)

Sebuah puisi karya The Prophet, Kahlil Gibran ini menggambarkan tentang hak anak untuk tumbuh dan berkembang serta mendapatkan perlindungan atas kekerasan dan perilaku diskriminasi. Sebagaimana dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 B Ayat (2) tentang Hak anak untuk tidak mengalami kekerasan dan diskriminasi, maka sudah seharusnya bagi anak-anak mendapatkan haknya tersebut. Hak ini merupakan hak mendasar yang seharusnya didapatkan oleh setiap insan, yang lebih kita kenal dengan sebutan "Hak Asasi Manusia".

Monday, October 10, 2016

Better Walk Alone, Than Walking With A Lot Of People Towards Wrong Direction

Standard

Lakukanlah perjalanan hidup kita sendiri,
Kita tidak harus menunggu orang lain,
Untuk melakukan perjalanan.
Tidak harus melakukan bersama-sama,
Kita bertanggung jawab,
Atas hidup kita Sendiri.

Kita hendak melangkah atau berhenti.
Hendak terhenti lama pada satu tempat,
Hendak berlari kencang,
Kita lah yang menentukan.
Berhentilah menyalahkan ketiadaan teman
Dan Keadaan Ini hidupmu sendiri.

Jangan sekali-kali menahan orang lain untuk maju,
Jangan membuat mereka berhenti,
Hanya untuk menunggumu.
Jangan memaksa orang berlari,
Sementara langkah kakinya tidak mampu mengikuti.

Lakukanlah perjalanan hidup kita meski sendiri.
Kita tidak perlu berlama-lama,
Menunggu orang datang dan mengajak kita pergi.
Kita tidak perlu membuang waktu,
Untuk seseorang yang belum tentu mau kita ajak jalan bersama,
Kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri.

Setiap langkah kaki kecil kita,
Akan memperdekat tujuan.
Tempat dimana orang-orang sebenarnya bertemu.
Tempat di mana setiap pertanyaan kecil kita,
Sepanjang perjalanan ditemukan.

Diperjalanan kita akan tau.
Siapa orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.
Diperjalanan kita tidak perlu saling menunggu,
Sebab langkah kaki kita sama.
Kita Berjalan beriringan.

Tuesday, October 4, 2016

Tidak Selalu

Standard

Tidak Selalu

Waktu tak selalu bisa mendewasakan seseorang.
Tidak selalu waktu menjawab semua pertanyaan.
Banyak hal yang tidak bisa dijawab oleh waktu.

Meski usia telah menua,
tidak selamanya tindakan menjadi  bijaksana.
Meski banyak hal terlewati,
tidak selamanya bisa belajar dari sana.
Kemudian memahami

Bicara tidak selalu bisa menyentuh jiwa.
Tidak selalu bicara bisa menawar segala tanya.
Kadang, diam jauh lebih bisa memberikan jawaban.
Diam adalah salah satu bentuk bicara kan?

Kesalahan tak selalu membuat orang menjadi lebih baik.
Tidak mengulangi hal yang sama berulang kali.
Belajar, kemudian memperbaiki diri.
Meski berkali-kali dinasehati,
Ia seperti tidak mendengar apapun,
Tidak belajar apapun.
  
Cinta tak selalu bisa membuat orang berbunga-bunga.
Banyak yang mengurung dirinya
dalam pikiranya sendiri,
Sibuk berandai-andai,
Lalu patah hati.
Sibuk berharap,
 Lalu, seolah-olah semuanya menjadi gelap.

Cinta, tak selalu memberi ketenangan.
Sebab, tak semua mengerti
Bagaimana menyikapi perasaanya sendiri.

Malam, tak selalu bisa membuat orang tidur tenang,
Takut oleh gelap malam,
Takut oleh kenangan.

Habis malam hingga pagi,
Hanya untuk memikirkan diri sendiri.
Sibuk berasumsi,
Berusaha menghubungkan segala hal,
Untuk membenarkan kesalahanya.
Membenarkan harapanya,
Membenarkan perasaanya.

-Queen-

Tuesday, January 26, 2016

Ternyata Tidak

Standard

Saya pikir saya dapat memahami semua orang,
Dapat menyukai semua orang,
Dapat bersahabat dengan semua orang.
Tapi ternyata tidak,

Ada orang-orang yang bersifat menolak kehadiran,
Seolah tidak suka tanpa alasan jelas,
Berbicara dengan orang lain,
Tidak denganku,
Entah apa yang dipikirkan,

Terkadang membuat hati ini panas,
Dan otak sulit bekerja.

Tulisan pada secarik kertas "Pemahaman Hidup" pada bait kedua
Tertulis 01 Oktober 2015

Monday, January 18, 2016

Prasangka

Standard
Penyakit Riya'

Ingin sekali kutampakkan keburukan
Dalam jasad yang kotor ini
Agar tak ada prasangka

Tak ingin ada kebaikan terlihat
Saat mata lain memandang
Agar tak ada prasangka

Sedikit bijak
Banyak yang mencibir

Sedikit jahil
Banyak yang menghujat

Prasangka selalu dalam hati
Jika keluar dari bibir
Tetap saja menuju ke hati

Sepertinya, hati sudah menjadi tempat
Bagi prasangka



Sunday, January 17, 2016

Wejangan Untuk Pelajar

Standard


Aku mulai tulisan ini dengan basmalah
Berharap agar dapat menjadi berkah

بسم الله الر حمن الر حيم

Dilanjutkan dengan ucapan hamdalah
Atas segala manfa'at dan ni'mah

الحمد لله رب العا لمين

Sholawat nabi tak lupa dihaturkan
Syafa'atnya ditunggu di kemudian

و الصلاة و السلام على نبينا محمد و اله و صحبه اجمعين

Ku tulis ini untuk para pelajar
Semoga manfaat untuk belajar

Belajar adalah proses memahami
Bukan sekadar mencari nilai

Dari buaian hingga liang lahat
Belajarlah dengan tekun dan giat

Kebodohan bukanlah suatu alasan
Untuk tidak mencicipi pelajaran

Rasa malas dan susah itulah wajar
Karna sebelumnya tak pernah dihajar

Mencari ilmu haruslah ada niat
Supaya terbentuk tekad yang kuat

Persiapkan bukumu di pelukanmu
Bukan smartphone gadget yang sebesar pintu

Kedokteran keteknikan apapun itu
Ilmu agama tetaplah nomor satu

Mintalah ridho orang tua dan guru
Hormati mereka jagalah selalu

Kewajiban tunaikan selalu
Sunnah dan adab utamakan dulu

Pegang eratlah teman baikmu
Bagai ikatan intan karbon yang padu

Sangka baik orang yang buruk padamu
Abailah jika mengolok usahamu

Mudawamah belajar sangat diperlukan
Istiqomah ibadah diutamakan

Hindari perkara yang merusak iman
Contoh hubungan tak jelas akhwat-ikhwan

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya
Bagi pelajar yang mengharap ridho-Nya

Untaian kalimat ini tidaklah sempurna
Ambillah yang baik tinggalkan yang hina

Demikian yang dapat aku tuliskan
Diakhiri dengan doa penutupan

سبحانك اللهم و بحمدك * اشهد ان لا اله الا انت * استغفرك و اتوب اليك

By:
Rival Abdul Aziz (Mahasiswa ITB Angkatan 2015)

Sunday, November 27, 2011

Kearifan Cinta

Standard

Cinta yang dibangkitkan oleh khayalan yang salah dan tidak pada tempatnya bisa saja menghantarkannya pada keadaan ekstasi.

Kau sudah banyak menderita
Tetapi kau masih terbalut tirai’
Karena kematian adalah pokok segala
Dan kau belum memenuhinya
Deritamu tak kan habis sebelum kau ‘Mati’
Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga
Ketika dua dari seratus anak tangga hilang
Kau terlarang menginjak atap
Bila tali kehilangan satu elo dari seratus
Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba
Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu
Sebelum kau letakan “mann” terakhir…
Perahu yang sudah hancur berpuing-puing
Akan menjadi matahari di Lazuardi
Karena kau belum ‘Mati’,
Maka deritamu berkepanjangan
Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar
Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi
Sebelum gemintang bersembunyi
Arahkan tombakmu pada dirimu
Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu
Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu
Wahai mereka yang memiliki ketulusan
Jika ingin terbuka ‘tirai’
Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan ‘tirai’
Bukanlah karena ‘Kematian’ itu kau akan masuk ke kuburan
Akan tetapi karena ‘Kematian’ adalah Perubahan
Untuk masuk ke dalam Cahaya
Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya
Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya
Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar
Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa