Tuesday, January 26, 2016

Ternyata Tidak

Standard

Saya pikir saya dapat memahami semua orang,
Dapat menyukai semua orang,
Dapat bersahabat dengan semua orang.
Tapi ternyata tidak,

Ada orang-orang yang bersifat menolak kehadiran,
Seolah tidak suka tanpa alasan jelas,
Berbicara dengan orang lain,
Tidak denganku,
Entah apa yang dipikirkan,

Terkadang membuat hati ini panas,
Dan otak sulit bekerja.

Tulisan pada secarik kertas "Pemahaman Hidup" pada bait kedua
Tertulis 01 Oktober 2015

Monday, January 25, 2016

Renungan Cinta

Standard
Tafakkur

Cinta itu sulit dipahami,
Didiamkan menyiksa,
Dipaksakan bukan cinta,
Karena itu lebih baik mengembara saja,
Tidak terikat dengan cinta.

Karena cinta sejati hanya pada seorang ibu pada anaknya,
Tapi cinta hakiki hanyalah Tuhan pada hambanya,
Karena itu jangan terlalu berharap lebih selain kedua itu karena bisa saja menyiksa.

Pandanganmu itu nafsu semata,
Kau tak bisa mengelaknya,
Jika tak menjaga pandanganmu,
Aku harapkan kedatangan orang setelahku,
Yang memahami sepertiku tentang dunia.

Sehingga dia dapat melanjutkan,
Apa yang ingin aku sampaikan pada dunia.

Jika kau bersiap untuk maju,
Kamu harus melepas semua bebanmu,
Dan jangan memungut beban lain di jalan.

Tulisan pada secarik kertas "Pemahaman Hidup" pada bait pertama.
Tertulis, 25 September 2015

Sunday, January 24, 2016

Kisah Tentang Laron

Standard
Dongeng Laron
Laron yang dikenal sebagai semut putih atau white ants ini, akan keluar secara bergerombol dari dalam tanah pada saat udara terasa lembab. Sebelum menjadi laron, mereka adalah rayap yang bersarang dan memakan kayu beserta perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu. Habitat sesungguhnya dari binatang ini adalah pohon-pohon dan paling banyak di dalam tanah. 

Dalam koloni, rayap memang tidak memiliki sayap. Namun demikian, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang ataupun pagi hari dan beterbangan mendekati cahaya. Di pagi hari, mereka tidak terlalu menganggu manusia karena hanya terbang berputar putar saja. Tapi di malam hari, mereka akan terbang menuju ke cahaya lampu di dalam rumah kita.

Selama musim hujan, keadaan tanah menjadi basah. Udara disekitarnya pun menjadi lembab. Pada saat itulah, mereka akan keluar dan mencari cahaya, dari cahaya lampu-lampu yang bersinar. Salah satu penyebabnya adalah menghindari udara lembab untuk menghangatkan tubuhnya. Selain itu, laron mencari cahaya terang untuk melakukan proses perkembangbiakan. Pada saat itu, laron sedang gencar-gencarnya mencari pasangan dan menikah di tempat yang terang pula. 

Dalam dunia rayap, ada yang namanya kasta. Ada kasta reproduktif, kasta prajurit, dan kasta pekerja. Hampir sama seperti semut, dalam koloni rayap juga ada raja dan ratu rayap. 

Ketika musim hujan tiba, raja dan ratu rayap di dalam tanah berpesan kepada para laron yang akan dilepas keluar. Mereka akan diterbangkan menuju bulan, bulan yang dimaksud adalah lampu yang terang. Di bulan, akan ada pesta pencarian jodoh. Para laron single ini akan berjuang dari mulai keluar dari sarang di dalam tanah hingga mendapatkan pasangannya. 

Ada banyak rintangan yang mereka hadapi, ketika baru keluar dari lubang tanah, mereka akan berdesak-desakan dan hal ini dapat menyebabkan sayap mereka patah. Jika sayap mereka patah, mereka tidak dapat terbang menuju “bulan”. Selain itu, masih ada kemungkinan mereka akan dimangsa hewan predator seperti cicak, kadal, dan katak. Bahkan, manusia juga ada lho yang makan laron. Laron dapat dibuat menjadi peyek lalu dimakan. Nah, jika mereka berhasil menemukan pasangannya, maka sayap mereka akan lepas karena sudah tidak dibutuhkan lagi kemudian mereka akan menuju lubang tanah untuk berbulan madu. 

Pasangan laron ini akan membentuk koloni baru dan mereka menjadi raja dan ratu laron dalam koloni tersebut. Sedangkan yang gagal menemukan pasangannya di kerumunan cahaya lampu itu, akan segera mati ketika fajar menyingsing. laron memang memiliki umur yang sangat pendek. Laron hanya berumur kurang lebih satu hari untuk mendapatkan pasangan kemudian melanjutkan fase hidupnya.

Nasehat Untuk Guru

Standard
KH. Maemun Zubair
Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar.

Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. nanti kamu marah-marah ketika melihat muridmu tak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. 

Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.

Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.

Saturday, January 23, 2016

Lightsaber di Dunia Nyata?

Standard
EPOCH TIMES

Bagaimana Mewujudkan Lightsaber di Dunia Nyata?


Posted by : Gianluca Sarri 
(Dosen di Sekolah Matematika dan Fisika, Universitas Queen di Belfast, Irlandia Utara)

Ide di balik lightsaber sesungguhnya adalah jenius dan sederhana: ringan dan sangat kuat, yaitu menggunakan pedang energi tidak hanya untuk mengiris para pengikut Dark Side dalam satu pukulan, tetapi juga bertindak sebagai perisai yang efektif terhadap tembakan laser. Jadi mengapa kita tidak memiliki lightsaber yang mampu bekerja dalam kehidupan nyata? Tentunya fisikawan yang membuatnya harus cukup pintar (dan juga penggemar berat Star Wars tentunya) untuk dapat menghasilkan salah satu obyek yang luar biasa ini.

Cara yang jelas untuk membuat lightsaber ialah menggunakan laser, yang dapat dilihat sebagai sinar yang sangat terang dan cahaya yang terarah. Namun meskipun teknologi laser terus berjalan menuju perkembangan yang lebihh efisien dan praktis, hal itu masih jauh dari penggunaan lightsaber. Mari kita lihat mengapa.

Tantangan pertama adalah membuat pisau lightsaber Anda dalam ukuran yang dapat diterima, katakanlah sekitar tiga kaki atau lebih. Untuk melakukan ini, Anda harus membuat ssinar laser yang berhenti di titik tertentu. Ini tidak akan mudah karena cahaya memiliki kecenderungan alami untuk teteap bepergian jika tidak menemui hambatan / pembatas.

Salah satu solusi yaitu bisa dengan menempatkan cermin kecil di ujung pedang. Namun bisa Anda bayangkan betapa memalukan hal itu di medan perang yang sesungguhnya dengan lightsaber yang dikelilingi oleh struktur pendukung berupa cermin kecil di ujungnya? Selain menjadi benar-benar rapuh, pedang tersebut tidak akan mampu menyakiti siapapaun.

Masalah kedua adalah bahwa pedang tersebut akan membutuhkan banyak daya untuk dapat mengiris melalui bahan laser. Laser pengelasan memang telah banyak digunakan dalam industri untuk melakukan tugas memotong besi maupun baja, tetapi mereka biasanya memerlukan beberapa kilowatt daya. Catu atau daya untuk laser ini sangat besar dan tentu saja gagang kecil lightsaber. Plus Anda akan membutuhkan mekanisme pendinginan yang cukup jika Anda tidak ingin gagang menjadi super paans dan mencairkan tangan Anda.

Selain itu efek menakjubkan dari perkelahian lightsaber akan susah diwujudkan. Dua lightsaber tidak akan berbenturan satu sama lain. Mereka hanya akan melewati satu sama lain tanpa efek benturan. Terlebih lagi, laser memfokuskan cahaya dalam satu arah secara begitu tajam sehingga Anda tidak bisa melihatnya kecuali jika Anda melihat langsung ke bawah porosnya. Ini adalah alasan mengapa laser yang digunakan di klub-klub malam perlu asap atau kabut untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.

Tapi hal itu tidak lantas membuat lightsaber tidak bisa diujudkan. Tidak ada yang pernah mengatakan lightsaber harus didasarkan pada teknologi laser. Sebuah alternatif sudah ada dalam bentuk plasma. Plasma adalah gas yang secara efektif begitu panas sehingga atom dapat dipecah menjadi komponen yang lebih mendasar, yaitu elekton dan inti atom. Mereka dapat dihasilkan dengan menerapkan muatan listrik kuat dari gas (petir adalah contoh) dan mampu mempertahankan suhu panas membakar setinggi jutaan derajat celcius.

Yang paling menarik, plasma panas cenderung memancarkan warna yang berbeda tergantung dari gas apa mereka dibuat. Misalnya, lampu neon hanyalah sebuah tabung yang diisi dengan gas neon dalam keadaan plasma. Lightsaber hijau milik Ksatria Jedi bisa dibuat dari plasma klorin yang memancarkan cahaya dominan hijau, sedangkan lightsaber merah dari Penjahat Sith bisa dibuat dari helium, yang sebagian besar memancarkan spectrum warna antara merah hingga ungu. 

Bagaimana kemungkinan sebuah lightsaber berbasis plasma dalam prakteknya? Sebuah catu daya kecil nan kuat yang tersembunyi di gagang bisa melekat pada filamen yang panjang dan kecil yang membawa debit listrik dan mengumpulkan beberapa gas di sekitarnya. Ketika Anda menyalakannya, filamen akan menjadi pijar dan gas di sekitarnya akan berubah menjadi plasma, memancarkan warna di setiap arah. Panas yang dihasilkan plasma seketika akan mencairkan benda yang disentuhnya, memotong bersih seperti pedang besi.

Anda mungkin masih memiliki satu atau dua masalah dalam membuat segalanya menjadi satu dalam sebuah gagang pedang dimana Anda akan menyimpan gas yang akan terus dapat menggembungkan filamen, dan cukup kokoh untuk menahan pukulan dari lightsaber lain, namun itu adalah sebuah awal yang baik. Bagaimanapun, Kekaisaran Galactic tidak dapat dibangun dalam sehari saja.