Monday, February 22, 2016

Apa itu Akhlak? Apa itu Sopan Santun?

Standard
Akhlak & Sopan Santun
Apa namanya jika seorang murid menghormati gurunya, menyalami, kemudian mencium tangannya?

Akhlak dan sopan santun seperti kapal laut dan bayangannya yang dipantulkan oleh air. Sama, bahkan bentuk dan warnanya serupa, hanya saja, gambar yang ditampilkan terbalik dan sedikit bergelombang.

Ada perbedaan yang amat mendasar antara akhlak dan sopan santun. Akhlak merupakan sikap bawaan, perilaku yang sudah melekat ada pada dalam diri yang dibawa pada perilaku sehari-hari. Seperti asal katanya "khalaqa", ciptaan. Akhlak merupakan suatu berkat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada seseorang, sehingga akhlak itu tersimpan dalam hati, pikiran, dan perilakunya.

Sedangkan sopan santun adalah sikap yang dibuat oleh kehendak hati manusia sendiri, terlepas itu dari hati nurani ataupun keinginan semata. Sopan santun ialah perilaku terhormat dari seseorang kepada orang-orang tertentu sahaja, tidak terikat dalam setiap teindakan dalam kehidupan sehari.hari.

Lalu, pertanyaannya. Apa namanya jika seorang murid menghormati gurunya, menyalami, kemudian mencium tangannya?

Sopan Saantun.

Mengapa? Karena sopan santun itu belum bisa membuktikan akhlak. Bayangan di atas genangan air belum tentu bisa membukatikan ada benda dipermukaan air. Sopan santun itu merupakan perilaku yang dibuat untuk menghormati seseorang, bukan semua orang. Sedangkan akhlak merupakan perilaku yang terlahir memang dari bawaannya, bukan hanya kepada guru saja menghormati, tetapi kepada semua orang, siapapun itu.

Inilah batasan antara keduanya, akhlak lebih luas jika dibandingkan dengan sopan santun. Karena sopan santun hanya sebagian kecil dari akhlak.

Lalu, apakah akhlak tidak bisa dimiliki semua orang?

Tentu saja bisa.

Akhlak ialah karunia Allah Swt bagi setiap hamba yang diciptakannya, jadi semua orang mempunyai akhlaknya, hanya saja apakah orang itu mau menggunakannya atau hanya mengandalkan sopan santunnya saja.

Pelajaran singkat dari, Prof. Dr. Yunasril Ali
Ditambahkan sedikit pemahaman penulis.

Tuesday, February 2, 2016

Rayap dan Segala Ceritanya

Standard

Rayap adalah serangga kecil mungil, bertubuh lunak yang di kenal sebagai hama bagi kehidupan manusia. Rayap juga masih kerabat dekat dengan semut sehingga rayap disebut juga semut putih. Tapi, rayap lebih lunak tubuhnya dan lebih lebar pinggangnya. Seperti semut, rayap juga hidup dalam sebuah koloni yang di pimpin oleh ratu dan raja rayap. Rayap dilahirkan buta, tuli, dan bisu namun rayap bisa membangun sarang yang sangat besar dan tinggi hingga 9 meter. 

Kekuatan rayap sungguh luar biasa, sebuah bangunan besar bisa saja hancur oleh binatang kecil ini. Bukan itu saja kekuatannya. Selain memiliki kekuatan merusak, rayap pun memiliki kekuatan membangun. Rayap memiliki kekuatan membangun sarangnya lengkap dengan sistem air conditioning-nya plus tata ruang yang apik dengan ketinggian sampai 9 meter. Ini adalah suatu pencapaian luar biasa sebab tubuh rayap sendiri hanya memiliki tinggi sekitar 3 milimeter saja. Artinya, rayap mampu membangun tempat tinggalnya hingga 3.000 kali tinggi badannya.

Rayap membangun sarangnya dari lumpur dan dibentuk berupa gundukan tanah yang tinggi dan besar dengan banyak ruangan di dalamnya. Di dalam sarang, rayap membangun kebun jamur sebagai sumber makanan. Sarangnya juga di lengkapi dengan cerobong khusus yang berfungsi sebagai ruang penyejuk udara. Ratu dan raja rayap berukuran sangat besar. Tetapi, ratu rayap lebih besar dengan panjang 11 cm, sementara raja rayap panjangnya hanya 2 cm. Sedangkan rayap prajurit yang bertugas untuk menjaga ratu hanya 1 cm panjangnya.

Meski tubuhnya kecil, koloni rayap bisa menghancurkan gedung. Rayap hidup berkoloni dengan jumlah anggota bisa sampai 10 juta rayap. Rayap harus hidup berkelompok karena jika berpisah ia tidak bisa bertahan hidup atau bisa di bilang mati. Rayap paling suka menggerogoti kayu sampai keropos dan hanya menyisakan kulit kayunya saja. Ratu rayap dalam sehari bisa menghasilkan 30 ribu telur.

Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari para rayap ini. Mereka bekerja sama dalam membangun sarangnya. Tubuh kecil dan lemah hanya bisa diatasi dengan cara bekerja sama. Bekerja sama membuat mereka memiliki kekuatan yang dahsyat baik dalam menghancurkan maupun membangun.

Iptek Berbahaya Bagi Manusia

Standard

Stephen Hawking menyatakan kemajuan teknologi akan mendatangkan lebih banyak masalah baru, sekarang manusia sedang berada dalam masa paling berbahaya dalam beberapa abad terakhir. Sementara untuk pindah ke luar angkasa dan hidup di sana masih dibutuhkan waktu ratusan tahun lagi.

Ahli fisika terkemuka, Stephen Hawking menegaskan manusia sendiri menciptakan banyak sekali bahaya, termasuk perang nuklir, pemanasan global, virus hasil rekayasa genetik, dan lain-lain, yang akan membuat manusia "kena batunya" di masa mendatang.

Dia juga mengatakan, kemajuan teknologi, kemajuan teknologi akan mendatangkan lebih banyak masalah. Menurutnya, saat ini manusia sedang berada pada masa paling berbahaya dalam beberapa abad terakhir. Sementara untuk pindah ke luar angkasa dan hidup di sana masih dibutuhkan waktu ratusan tahun lagi.

Hawking menyatakan, hampir bisa dipastikan, probabilitas terjadinya bencana di Bumi dalam kurun waktu 1.000 hingga 10.000 tahun mendatang akan meningkat drastis. Akan tetapi, menurut Hawking, jika manusia dapat membangun kampung halaman di planet lain, mungkin manusia akan bisa tetap eksis. Ia berkata, "Namun setidaknya dalam beberapa abad mendatang, kita belum mempu membangun lingkungan bagi eksistensi manusia di luar angkasa. Jadi sekarang kita harus sangat hati-hati."

Selain mengutarakan kekhawatirannya, Hawking juga menyatakan, bahwa manusia tidak akan berhenti untuk maju.

Manusia harus mampu mengenali resiko dari kemajuan itu dan harus bisa mengendalikannya. Ia menambahakan, ilmuwan muda seharusnya memilikirasa ingin tahu yang besar terhadap "alam semesta yang maha besar ini", dan harus memahami bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia, serta wajib memberitahukan  informasi ini kepada masyarakat.

Hawking juga pernah menyampaikan, besarnya ancaman yang berpotensi ditimbulkan oleh Intelejensi Buatan (Artificial intelligence atau AI) dapat menyebabkan kepunahan manusia. Ia berpendapat, pada 100 tahun mendatang, robot yang dibuat dari AI ini sebaliknya akan mengendalikan manusia,

Juli tahun lalu, Hawking bersama dengan pendiri perusahaan otomotif Tesla Motors, yakni Elon Musk bersama-sama menulis surat edaran yang memperingatkan 1.000 orang ilmuwan robot, sistem senjata otomatis akan menjadi Kalashnikov masa depan (Kalashnikov adalah ahli pembuat senajat Uni Soviet yang menciptakan senjata serbu AK-47). Surat edaran tersebut menghimbau agar "melarang tuntas kendali efektif terhadap sistem persenjataan otomatis yang bersifat menyerang", agar tidak terjadi perlombaan senjata militer dalam bidang senjata pintar di seluruh dunia.

Tulisan dalam surat kabar EPOCH TIMES Ed. 437

Saturday, January 30, 2016

Penutupan Tutorial Pra UN 2016

Standard

Tutorial Pra UN 2016 adalah aktivitas belajar mengajar alumni MAN Negara bersama adik-adik kelas XII yang akan segera menghadapi ujian nasional yang diselenggarkan disela-sela waktu liburan semester. Metode belajar yang asyik dan bersahabat membantu untuk memahami pelajaran yang efisien dan efektif. TP UN ini nantinya diharapkan dapat mewujudkan pelaksanaan Ujian Nasional yang bersih, jujur, dan berkualitas.

TP UN 2016 ini diadakan tepat 30 hari proses belajar mengajar, terhitung mulai tanggal 1 Januari hingga 30 Januari. Yang dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode pertama bagi mereka alumni yang libur lebih awal dan pulang lebih cepat (1-15), dan periode kedua bagi mereka yang libur lebih akhir dan mereka yang libur lebih awal dan pulang lebih akhir (16-30).

Pembukaan TP UN sebagai awalan menginformasikan mengenai sistem belajar, waktu, dan tempat yang ditentukan. Dan Penutupan TP UN merupakan event yang menandai berakhirnya acara Tutorial Pra UN ini.

Pada penutupan hari ini, dipresentasikan dalam sebuah slide mengenai tujuan dan hasil dari belajar mengajar TP UN, kemudian dilanjutkan dengan salam-salam dari para alumni yang tidak dapat hadir pada acara penutupan, selanjutnya penyampaian tips-tips agar berhasil dalam menghadapi UN dimeriahkan dengan jargon TP UN yakni, #Bersih, #Jujur, #Berkualitas (dengan gaya khas TP UN), dilanjutkan dengan sharing pengalaman para alumni yang hadir, agar dapat diambil hikmahnya. Setelah selesai, dibagikan cerita aktivitas-aktivitas selama dikampus dan apa saja yang terpenting mengenai kampus. Berikutnya, diselingi dengan quiz pertanyaan jitu yang diberikan oleh kakak alumni untuk dijawab dan diberi hadiah. 

Pada bagian akhirnya, ditampilkan slide mengenai gambaran universitas dari para alumni dan diberikan waktu tanya-jawab, bagi yang bertanya diapresiasi dengan hadiah. Setelah selesai sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan kompetisi, kompetisi ini adalah untuk mencari siapakah peserta TP UN yang dianggap paling layak menyandang gelar The Champions. kompetisi ini akan dilakukan melalui 3 stage penyisihan, dan 1 stage penentuan juara. Setelah pemenang ditentukan, pemenang akan diminta untuk memimpin jargon dan menutup acara TP UN 2016 secara resmi. 

Dengan berakhirnya TP UN 16, maka sekaligus menandai dibukanya perekrutan TP UN 17 bagi adik-adik yang berminat sebagi tutor dan mentor selanjutnya, untuk menjadikan UN bersih, jujur, dan berkualitas.

Untuk lebih lengkapnya, slide presentasi TP UN bisa didownload pada link dibawah ini.

Mari jadikan UN:
#Bersih
#Jujur
#Berkualitas

Tuesday, January 26, 2016

Selamat Ulang Tahun Ke-25

Standard
MAN NEGARA
Derap langkah menuju cita
Beriring santun teguh dalam satu jiwa
Madrasah Aliyah Negeri Negara
Generasi berakhlak mulia
Iman, Ilmu, dan agama
 
Terpadu dalam satu cita
Mengukir prestasi dengan semangat yang tinggi
Tunjukkan jiwa yang qur'ani
 
Tebarkan, kibarkan panji pendidikan
Mengabdi untuk memajukan bangsa
Majulah Man Negara, bangkitlah Man Negara
Jayalah jayalah selamanya

Selalu terngiang dengungan Mars MAN Negara dimanapun ia berada. 

Tak terasa sudah seperempat abad lamanya MAN Negara tercinta berkiprah dalam bidang pendidikan untuk membentuk insan-insan yang cerdas dan islami, tak sedikit pula torehan yang telah diukir oleh MAN Negara. Baik itu di tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional, dan Internasional.

Senang rasanya sempat menikmati masa-masa itu. Tiga tahun lamanya menimba ilmu disana memberikan banyak kenangan yang masih terbawa hingga saat ini. Tiga tahun yang diberikan telah menggenapkan masa studi dua belas tahun dan "InsyaAllah" akan terus berlanjut hingga akhir hayat.

Tahun pertama dilalui dengan harapan tinggi dalam menuntut ilmu, dan dikabulkan dengan ditempatkannya kami pada kelas nomor satu waktu itu, "Alhamdulillah" sepuluh satu (X1). Disini pertama kali kami memulai proses belajar mengajar. Canggung, berkenalan satu sama lain. Maklum, abg yang baru saja lulus sekolah menengah pertama. Memulai perkenalan tidaklah mudah, apalagi pada lawan jenis, malu. Maka, lebih baik teman laki-laki saja, agar mudah akrab. Seandainya, ada teman perempuan yang mau berkenalan, sedikit terlihat angkuh/sombong cukuplah, agar tidak nervous. Wajar, jika akhirnya banyak yang berburuk sangka awalnya. Apa boleh buat, salah langkah. Gagal dalam hal perkenalan formal, sedikit unjuk kebolehan agar lebih dikenal. Catur dan Matematika solusinya. 

Tahun kedua sedikit mengejutkan, selayaknynya seorang siswa, menjadi yang terbaik adalah hal yang paling diimpikan. Perollingan kelas tak sesuai harapan, sebelas ipa tiga (XI IPA3). Meskipun tak ada yang bilang ini bukan kelas unggulan, tapi mau dikata apa persepsi selalu memberi dampak yang besar bagi rasio. Kita terima saja. Belum sempat untuk mengenal teman-teman baru ini, sontak kabar baru terdengar."Perpidahan siswa karena ketidakseimbangan struktur kelas". Mencoba menyimak percakapan antar wali kelas itu, terbisik sebuah nama, itu kami. Bukan main senangnya waktu itu, diberi kesempatan untuk pindah menuju kelas IPA 1 yang semua anggapan orang, inilah kelas unggulan. Banyak teman-teman yang ditinggal merajuk ingin juga. Di IPA 1 inilah pertama kali proses pembelajaran pada tahun kedua dimulai. Sekaligus, memulai pertemanan dengan teman-teman baru. Rasa canggung mulai sedikit ditekan, dan mencoba steril dengan siapa saja, dan masih mencoba lebih dikenal dengan lomba-lomba. Catur, Matematika, Karya Ilmiah, Teater, Komputer dan lainnya.

Tahun Ketiga tidak jauh berbeda dengan tahun kedua, dengan struktur kelas yang sama, hanya pergantian wali kelas sahaja. Tahun ini banyak kripik kritik pedas yang kami terima, julukan kelas unggulan luntur dibasuh pemutih. Hilang tak berbekas. Bukan main semua kritikannya, seperti dihujam ratusan ribuan belati yang menikam dada tembus ke jantung hati yang terdalam. Sedih kadang melihat teman-teman yang sudah berusaha keras untuk menuruti permintaan. Karena itu kami sedikit berupaya untuk membantu dengan metode belajar bersama, paling tidak ini membantu. Disinilah hal paling berharga didapat. Ternyata, ada metode perkenalan yang lebih baik daripada ingin lebih dikenal seperti sebelum-sebelumnya. Yaitu, "saling membantu". Metode inilah yang masih dipegang sampai saat ini. Dibalik semua kritikan itu, ternyata ada nilai sebagai pembandingnya. Nilai adalah pembanding factual, yang sah. Tapi, bukan semata-mata karena sebuah atau dua buah angka kita harus berbuat curang.

"Proses belajar bukanlah hanya terdapat pada sebuah nilai, tapi bagaimana bisa memahami pelajaran itu setelah engkau belajar". 

Sebagai penutup,
Semua torehan yang telah diukirkan selama ini pantas dibanggakan oleh semua keluarga MAN Negara, dan semua kebanggaan ini pantas dirayakan oleh seluruh keluarga MAN Negara.

Majulah MAN Negara, Jayalah MAN Negara. Jayalah, Jayalah Selamanya

Untuk MAN NEGARA yang:
#Bersih
#Jujur
#Cerdas
#Islami