Monday, October 10, 2016

Better Walk Alone, Than Walking With A Lot Of People Towards Wrong Direction

Standard

Lakukanlah perjalanan hidup kita sendiri,
Kita tidak harus menunggu orang lain,
Untuk melakukan perjalanan.
Tidak harus melakukan bersama-sama,
Kita bertanggung jawab,
Atas hidup kita Sendiri.

Kita hendak melangkah atau berhenti.
Hendak terhenti lama pada satu tempat,
Hendak berlari kencang,
Kita lah yang menentukan.
Berhentilah menyalahkan ketiadaan teman
Dan Keadaan Ini hidupmu sendiri.

Jangan sekali-kali menahan orang lain untuk maju,
Jangan membuat mereka berhenti,
Hanya untuk menunggumu.
Jangan memaksa orang berlari,
Sementara langkah kakinya tidak mampu mengikuti.

Lakukanlah perjalanan hidup kita meski sendiri.
Kita tidak perlu berlama-lama,
Menunggu orang datang dan mengajak kita pergi.
Kita tidak perlu membuang waktu,
Untuk seseorang yang belum tentu mau kita ajak jalan bersama,
Kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri.

Setiap langkah kaki kecil kita,
Akan memperdekat tujuan.
Tempat dimana orang-orang sebenarnya bertemu.
Tempat di mana setiap pertanyaan kecil kita,
Sepanjang perjalanan ditemukan.

Diperjalanan kita akan tau.
Siapa orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.
Diperjalanan kita tidak perlu saling menunggu,
Sebab langkah kaki kita sama.
Kita Berjalan beriringan.

Setup Jambu Biji : Segar dan Menyehatkan

Standard

Jambu Biji adalah buah yang banyak mengandung vitamin untuk menyehatkan tubuh, bahkan kandungan vitamin C yang dimiliki oleh buah ini lebih banyak dibandingkan jeruk. Selain kandungan serat dan vitamin C - nya yang sangat berlimpah, kandungan vitamin A dalam jambu biji ternyata juga tak kalah dari wortel. Jika Anda belum memasukkan jambu biji dalam daftar buah favorit Anda, tak ada salahnya untuk mencoba memasukkan buah ini sebagai buah favorit mulai sekarang.

Bahan-bahan :
1000 gr jambu biji merah, potong menjadi 8 bagian, buang bijinya
150 gr gula pasir
3 butir cengkeh
4 cm kayu manis

250 gr kurma, buang bijinya, potong menjadi 2 bagian

Cara Membuat :
1.  Masukkan jambu biji, air, gula, cengkeh, dan kayu manis ke dalam panci. 
2. Masak di atas api kecil, sambil sesekali diaduk hingga jambu biji lunak. 
3. Angkat jambu biji yang telah direbus.
4. Saring. Sisihkan jambu dan air perebus. Buang cengkih dan kayu manis
5. Letakkan kembali panci berisi jambu dan air perebus di atas api kecil. 
6. Masukan potongan-potongan kurma 
7. Masak selama 1 menit atau hingga kurma agak lunak. Angkat.
8. Sajikan.

Dessert Hot Choco Souffle : Mudah dan Mengenyangkan

Standard

Bahan-bahan :
300 ml susu cair
25 gram mentega tawar
1 sendok makan tepung maizena
4 kuning telur
100 gram dark cooking chocolate potong-potong
1/4 sendok teh esens vanila
4 putih telur
1/4 sendok teh garam
50 gram gula pasir halus

Cara Pengolahan :
1. Oles pinggan tahan panas kecil dengan mentega dan tabur dengan gula pasir halus. 
2. Rebus susu cair dan mentega tawar asal panas. Matikan api. 
3. Ambil sedikit rebusan susu. Masukkan ke dalam tepung maizena. Aduk rata.
4.  Tambahkan kuning telur. Aduk rata.
5. Tuang lagi ke rebusan susu. Nyalakan api. Masak sampai meletup-letup. Angkat. 
6. Masukkan potongan dark cooking chocolate dan esens vanila. Aduk sampai larut.
7. Angkat, kemudian sisihkan.
7. Kocok putih telur dan garam sampai setengah mengembang. 
8. Masukkan gula pasir halus sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang. 
9. Tuang rebusan susu sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan dengan menggunakan whisk.
10. Tuang ke dalam pinggan tahan panas. Oven 45 menit dengan suhu 180 derajat Celsius.
11. Taburi dengan cokelat serut.
12. Tunggu hingga selesai, sajikan.

Tuesday, October 4, 2016

KEP (Kekurangan Energi Protein)

Standard

Ada beberapa masalah gizi mengenai KEP (Kekurangan Energi Protein) di antaranya :

1. Marasmus

Marasmus berasal dari bahasa Yunani yang berarti wasting/merusak. Marasmus disebabkan oleh kekurangan energi. Marasmus adalah malnutrisi pada pasien yang menderita kehilangan lebih dari 10% berat badan dengan tanda-tanda klinis berkurangnya simpanan lemak dan protein yang disertai gangguan fisiologik. Tanpa terjadinya cedera/kerusakan jaringan atau sepsis (Daldiyono dan Thaha, 1998). Marasmus merupakan penyakit kelaparan yang biasa terdapat pada kelompok sosial ekonomi rendah (Almatsier, 2004). Marasmus pada umumnya merupakan penyakit pada bayi (dua belas bulan pertama), karena terlambat diberi makanan tambahan.


Tanda-Tanda Marasmus :
  1. Anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit
  2. Wajah seperti orangtua
  3. Cengeng, rewel
  4. Perut cekung
  5. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada
  6. Sering disertai diare kronik atau konstipasi/susah buang air, serta penyakit kronik
  7. Tekanan darah, detak jantung dan pernafasan berkurang


2. Kwashiorkor

Kwashiorkor umumnya terjadi pada pasien yang mengalami hipermetabolik sesaat mengalami cedera hebat atau sepsis berat bila terjadi edema di seluruh tubuh dan hipoalbuminemia. Kwashiorkor lebih banyak terdapat pada usia dua hingga tiga tahun yang sering terjadi pada anak yang terlambat menyapih sehingga komposisi gizi makanan tidak seimbang terutama dalam hal protein. Kwashiorkor dapat terjadi pada konsumsi energi yang cukup atau lebih (Almatsier, 2004).


Tanda-Tanda Kwashiorkor :
  1. Edema umumnya di seluruh tubuh terutama pada kaki (dorsum pedis)
  2. Wajah membulat dan sembab
  3. Otot-otot mengecil
  4. Perubahan status mental: cengeng, rewel kadang apatis
  5. Anak sering menolak segala jenis makanan (anoreksia)
  6. Pembesaran hati
  7. Sering disertai infeksi, anemia dan diare/mencret
  8. Rambut berwarna kusam dan mudah dicabut
  9. Gangguan kulit berupa bercak merah yang meluas dan berubah menjadi hitam terkelupas (crazy pavement dermatosis)
  10. Pandangan mata anak nampak sayu

3.Marasmic-Kwashiorkor

Tipe marasmic-kwasiorkor terjadi karena makanan sehari-harinya tidak cukup mengandung protein dan juga energi untuk pertumbuhan normal. Pada tipe ini terjadi penurunan berat badan dibawah 60% dari normal.

Gejala klinis dari tipe marasmic-kwashiorkor adalah merupakan gabungan antara marasmus dan kwashiorkor yang disertai oleh edema, dengan BB/U < 60% baku median WHO NCHS. Gambaran yang utama ialah kwashiorkor edema dengan atau tanpa lesi kulit, pengecilan otot, dan pengurangan lemak bawah kulit seperti pada marasmus. Jika edema dapat hilang pada awal pengobatan, penampakan penderita akan menyerupai marasmus. Gambaran marasmus dan kwashiorkor muncul secara bersamaan dan didominasi oleh kekurangan protein yang parah (Arisman, 2004).

Semoga Bermanfaat :)

Tidak Selalu

Standard

Tidak Selalu

Waktu tak selalu bisa mendewasakan seseorang.
Tidak selalu waktu menjawab semua pertanyaan.
Banyak hal yang tidak bisa dijawab oleh waktu.

Meski usia telah menua,
tidak selamanya tindakan menjadi  bijaksana.
Meski banyak hal terlewati,
tidak selamanya bisa belajar dari sana.
Kemudian memahami

Bicara tidak selalu bisa menyentuh jiwa.
Tidak selalu bicara bisa menawar segala tanya.
Kadang, diam jauh lebih bisa memberikan jawaban.
Diam adalah salah satu bentuk bicara kan?

Kesalahan tak selalu membuat orang menjadi lebih baik.
Tidak mengulangi hal yang sama berulang kali.
Belajar, kemudian memperbaiki diri.
Meski berkali-kali dinasehati,
Ia seperti tidak mendengar apapun,
Tidak belajar apapun.
  
Cinta tak selalu bisa membuat orang berbunga-bunga.
Banyak yang mengurung dirinya
dalam pikiranya sendiri,
Sibuk berandai-andai,
Lalu patah hati.
Sibuk berharap,
 Lalu, seolah-olah semuanya menjadi gelap.

Cinta, tak selalu memberi ketenangan.
Sebab, tak semua mengerti
Bagaimana menyikapi perasaanya sendiri.

Malam, tak selalu bisa membuat orang tidur tenang,
Takut oleh gelap malam,
Takut oleh kenangan.

Habis malam hingga pagi,
Hanya untuk memikirkan diri sendiri.
Sibuk berasumsi,
Berusaha menghubungkan segala hal,
Untuk membenarkan kesalahanya.
Membenarkan harapanya,
Membenarkan perasaanya.

-Queen-