Sunday, November 20, 2016

Essay : Behind Every Succesful Man

Standard

A succesful man without a great woman behind him is like a library without books. Success of  a man caused great woman beside him. Woman characters support a man to be success very significant. Lot of man who have been successful and famous in the world admit that the most factor of their success because have a right and proper wife, so as to pass every stage in fighting their carrier.

An example, Prophet Muhammad (Peace Be Upon Him) and his wife, Khadijah. He never forgot service from Khadijah during hassling in his missionary. After married her, Muhammad got safety warranties more stronger. Khadijah is generation of high family in Jazirah Arab. Else, as financial, prophet very helped by successful business his wife. With the result that, Rasulullah able to concentrate spreading Islam. At that time, after received first divine revelation, Muhammad go home accompanying perspiration on all bodies and frighten trembling, then Khadijah cover him while said, ''Calm my husband. Believe, Allah always keeping you.'' 

From the sources, we were reminded once again how important a supportive, confident wife is for the ongoing success of a powerful man.

While it's certainly not a requirement for career success, a supportive life partner can propel you professionally and make life richer and more meaningful. Here are some of the things that a great woman can do for you.

Firstly, woman which always supporting. A wife who always supporting her husband is a good woman who ready to support her spouse in every condition. 

Secondly, woman which always praying. A virtous wife must praying her husband. Lot of people says woman’s pray is very momentous strength.

And the third, woman who can be good listener. A wise wife is a woman that be present when her spouse in a pressure or emotional condition can be a good listener, just heard until her spouse free of worry.

Latest, woman who can make her spouse happy is key indicator to boosting prosperity of her spouse. When a marriage happy, so anyone more motivated to be better in the future.

Everyone have big chance to achieve glory in his life, in this matter, if you want to get it you must find out your woman. You can start to write down every single quality, feature, a description of how such a woman would look as though. Began to write everthing down. Visualized her beauty, her smile, her star qualities, imagined what it would be like to have such a woman in your life to share your dreams, love and laughter with.

Paragraph Narration : The Bad Experience on First School Day

Standard

I won’t forget my first experienced in high school. It was such an embarassing yet funny day. That day was my first day went to my school. It was Sunday morning. I was ready to have a journey to my new school. 

At that times my islamic high school repaired, that maked all of the new students confused and asked “How could we parked our vehicle if there were parking area?”. So i asked the security “Morning sir, where i can parking my vehicle?” and he replied “Morning, sorry the school still repairing. Please parking your vehicle in back of the school”.

After got the answer, i and the others went to the parking area. I rode my motorcycle to arounded the school. But unfornutely, at the intersection there traffic police and they stopped me and three of the students, just that. The others passed with carefully. “Why?”

“Were you know what were yours problem?” Snapped the police. “Sorry sir, i dont know” replied the student who name Raka. I think... what was our problem? We’re 15 years old due if we didn’t have driver license. We’re brought helmet too. And our motor was completed. Why?. 

“Idiot! How can all of you riding the motorcycle but you don’t use the helmet!” His yelled. That wasn’t in my mind, we just brought the helmet but we didn’t use it. So idiot.

Finally, we advised for long time and we paid to maked peace with the law. Because of that, we late to joined the ceremonial of new student. So embarassing.

Saturday, November 19, 2016

Fiqih Muamalat : Makalah Murabahah

Standard
Silahkan download Makalah lengkapnya di sini!

Islam adalah agama yang universal sebagai pedoman yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, pada garis besarnya menyangkut dua bagian pokok, yaitu ibadah dan muamalah. Ibadah adalah menghambakan diri kepada Allah SWT dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sedangkan muamalah ialah kegiatan-kegiatan yang menyangkut antar manusia yang meliputi aspek ekonomi, politik dan sosial. Untuk kegiatan muamalah yang menyangkut aspek ekonomi seperti jual-beli, simpan-pinjam, hutang-piutang, usaha bersama dan lain sebagainya.

Saat ini banyak lembaga keuangan syariah yang berkembang dengan pesat dan menawarkan produk-produknya yang bermacam-macam pada masyarakat. Namun kebanyakan masyarakat belum mengetahui produk-produk yang ditawarkan oleh bank yang berbasis syariah ini. Untuk itu, dalam makalah ini penulis akan membahas salah satu produk yang ada dalam lembaga keuangan syariah. Produk yang akan diulas dalam makalah ini adalah murabahah.

Murabahah merupakan salah satu bentuk jual-beli barang yang dikembangkan oleh perbankan syariah. Dalam perbankan syariah, murabahah mendominasi pendapatan bank dari produk-produk yang ada di semua bank Islam. Murabahah juga memberi banyak manfaat kepada Bank Islam/Bank Syariah, salah satunya adalah keuntungan yang muncul dari selisih harga beli dari penjual dengan harga jual kepada nasabah.

Silahkan download Makalah lengkapnya di sini!

Password : panemiko

Monday, November 14, 2016

Tasawuf : Berkomunikasi Dengan Mursyid

Standard

Dalam ber-tasawuf, ada beberapa tingkatan yang harus dilalui untuk mewujukan perwujudan insan kamil, yaitu manusia yang sempurna. Di dalam pembelajaran Aqidah-Filsafat biasa dijelaskan untuk mencapai tingkatan ini dengan istilah Takhalli, Tahalli, dan Tajalli. Semua tahapan-tahapan ini adalah jalan yang akan dilalui oleh orang-orang yang bertasawuf.

Pada perbincangan kali ini, penulis bermaksud memaparkan apa itu Takhalli dan bagaimana cara melakukan Takhalli?

Takhalli adalah proses yang paling pertama dalam ber-tasawuf, dimana seseorang akan melakukan penghancuran jiwa atau dikenal dengan istilah penyucian jiwa, sering disebut Tazkiyatun Nafs. Orang-orang buddha (Buddhisme) menyebutnya dengan istilah kontemplasi (contemplation).

Pada tahap ini seseorang berusaha untuk menundukkan nafsu yang melekat pada dirinya, sehingga nafsu itu dapat dikendalilan oleh dirinya. Sehingga apabila nafsu itu telah ditaklukkan maka segala sesuatu yang bersumber dari orang tersebut akan menjadi sesuatu yang benar-benar baik.

Dalam sebuah hadits yang diriwatkan oleh Ja'far Ash-Shodiq dalam kitabnya Misbah Syari'ah

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

"Barang siapa yang mengenal dirinya, dia akan mengenal Tuhannya"

Banyak cara untuk melakukan penyujian jiwa (takhalli) ini, diantaranya adalah melakukan "Rabithah". Rabithah adalah melakukan penyucian jiwa dengan ber-tawasul kepada seorang Mursyid yang dianggap dan diyakini merupakan seorang yang dekat dengan Allah. Atau biasa disebut Wali Allah. Seorang Mursyid inilah yang akan membimbing kita untuk mengarahkan pada bentuk pelaksanaan yang benar.

Rabithah secara bahasa berarti bertali, berkait atau berhubungan. Sedangkan dalam pengertian istilah, Rabithah adalah menghubungkan ruhaniah murid dengan ruhaniah Mursyid dengan cara menghadirkan rupa/wajah Mursyid ke hati sanubari murid ketika berdzikir atau beramal guna mendapatkan wasilah dalam rangka perjalanan murid menuju Allah atau terkabulnya do’a. Hal ini dilakukan karena pada ruhaniah Mursyid itu terdapat Arwahul Muqaddasah Rasulullah Saw atau Nur Muhammad. Mereka adalah wasilah atau pengantar menuju Allah. 

Karena sesungguhnya hanya orang-orang yang dekat dengan Allah sajalah yang dapat berkomunikasi dengan-Nya. Maka, sebagai selayaknya orang yang awam akan ilmu ghaib akan bernaung kepada Mursyid mereka untuk mendapatkan rahmat dari Allah. Karena sesungguhnya cahaya Allah itu amat kuat, sebagaimana dijelaskan dalam Qur'an Surah an-Nur ayat 35:

... نُّورٌ عَلَىٰ نُورٖۚ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٣٥

"35. ... Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Penulis memisalkan bahawa para Mursyid ini layaknya resistor dalam suatu aliran listrik yang amat besar. Dan Allah merupakan listrik itu. Mudahnya kita sebut PLN dan listrik di perumahan. Apa yang akan terjadi apabila listrik dari PLN yang berjumlah jutaan Watt langsung menuju listrik di perumahan kita? Korslet, bahkan bisa terjadi ledakan karena besarnya voltase yang diterima. Oleh karena itu, dibutuhkan resistor-resistor untuk menghambat besarya voltase, agar dapat digunakan oleh pemilik rumah tersebut.

Seperti itulah perumpamaan fungsi Mursyid kepada muridnya untuk meminta rahmat Allah.

Karena itulah Allah memerintahkan kepada mnausia untuk mencari wasilah-wasilahnya agar dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Qur'an Surah al-Ma'idah ayat 35:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱبۡتَغُوٓاْ إِلَيۡهِ ٱلۡوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُواْ فِي سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٣٥

"35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."

Wednesday, November 9, 2016

Persiapan Menghadapi Kematian

Standard

Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya, tidak ada makhluk yang abadi di dunia ini. Karena hakikatnya jiwa ini hanyalah sebuah titipan untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di akhirat yang abadi kelak. Jika demikian, seharusnya semakin panjang umur seseorang, maka semakin banyak pula pahala yang bisa didapat. Namun, pada kenyataannya sebaliknya.

Al-Ghazali pernah menanyakan sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya,

"Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “KEMATIAN”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ (١٨٥)
"185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

Banyak orang inginnya panjang umur hingga lupa bersiap-siap hadapi kematian.

Didalam Sunan Ibnu Majah, Kitab Zuhud, Bab Tentang kematian dan persiapan menuju kepada-Nya, No. 4259 Versi Maktabatu al-Ma'arif Riyadh. Dijelaskan oleh Rasulullah tentang apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kematian.

حَدَّثَنَا الزُّبَيْرُ بْنُ بَكَّارٍ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ فَرْوَةَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

"Telah mengabarkan kepada kami Az-Zubair bin Bakkar telah mengabarkan kepada kami Anas bin 'Iyadl telah mengabarkan kepada kami Nafi' bin Abdullah dari farwah bin Qais dari 'Atha' bin Abu Rabah dari Ibnu Umar bahwa dia berkata; Saya bersama dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki Anshar kepada beliau, lalu dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya; "Ya Rasulullah, bagaimankah orang mukmin yang utama?" beliau menjawab: "Orang yang paling baik akhlaknya." Dia bertanya lagi; "Orang mukmin yang bagaimanakah yang paling bijak?" beliau menjawab: "Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah orang-orang yang bijak."

Takhrij Hadits : Hasan menurut Muhammad Nashiruddin al-Albani